MANDIRI SEKURITAS SIAP BAWA EMITEN IPO UNTUK "FREE FLOAT" 15 PERSEN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
26 February 2026
05625928
IQPlus, (26/2) - PT Mandiri Sekuritas menyatakan bahwa perusahaan dalam pipeline (antrean) Initial Public Offering (IPO), telah menyesuaikan dengan ketentuan minimum free float (saham yang dimiliki publik) sebesar 15 persen.
Sebagaimana diketahui, otoritas pasar modal Indonesia akan menyesuaikan ketentuan minimum free float dari saat ini sebesar 7,5 persen menjadi 15 persen, yang implementasinya ditargetkan pada Maret 2026.
"Ada yang tadinya (free float) di bawah (15 persen), terpaksa sekarang, bukan terpaksa lho ya, sekarang harus menyesuaikan," ujar Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana di sela-sela Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama di Jakarta, Rabu.
Menurut Oki, ketentuan minimum free float 15 persen akan berdampak positif bagi pasar modal Indonesia, karena akan semakin banyak saham-saham yang dapat dibeli oleh investor publik, baik institusi maupun individu.
"Kalau makin besar, investor makin punya, kasarnya ada barangnya untuk mereka, ada saham yang mau dibelikan, yang untuk dibelikan," ujar Oki.
Apabila saham-saham yang diperjualbelikan ke investor publik hanya sedikit, menurutnya, hal itu juga membuat investor cenderung tidak bisa melakukan transaksi di aftermarket ataupun secondary market.
"Kalau misalkan yang masuk cuma sedikit, kan masalah tradebility-nya itu kan jadi berisiko ya. Orang nggak bisa trade nantinya di aftermarket, di secondary market," ujar Oki.
Menurut Oki, penyesuaian peraturan termasuk ketentuan minimum free float 15 persen, akan membuat pasar modal Indonesia menjadi semakin likuid.
"Jauh lebih transparan, governance-nya lebih bagus. Kalau misalkan saham yang ditawarkan lebih banyak, perusahaannya bagus, fundamentalnya bagus, kan sayang banget kalau nggak dimiliki oleh investor baik di domestik maupun di luar negeri," ujar Oki. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
