EKONOM: KREDIT UMKM BISA TUMBUH AGRESIF JIKA TIGA SEKTOR BESAR MENGUAT
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
26 February 2026
05640707
IQPlus, (26/2) - Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro memandang, kinerja kredit UMKM berpotensi tumbuh agresif apabila sektor perdagangan, pertanian, serta pengolahan juga konsisten tumbuh menguat sebab ketiganya menyumbang mayoritas total kredit UMKM.
Ia mencatat bahwa kredit UMKM terkonsentrasi pada tiga sektor utama yang menyumbang sekitar 75 persen dari total kredit UMKM, dengan perdagangan besar dan eceran sebesar 45 persen; pertanian, kehutanan, dan perikanan 19,4 persen; serta sisanya industri pengolahan atau manufaktur.
"Kalau sektor-sektor tersebut belum tumbuh secara konsisten, misalnya pertanian rata-rata masih tumbuhnya di 2,4 persen, memang sangat sulit untuk mendorong pertumbuhan sektor UMKM lebih agresif lagi," kata kata Andry Asmoro atau akrab disapa Asmo di Jakarta, Rabu malam.
Sebagai gambaran, ketiga sektor ini menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Asmo mencatat bahwa dalam tiga tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih tertinggal (lagging) yakni sebesar 2,4 persen.
Sementara perdagangan dan manufaktur rata-rata tumbuh masing-masing sebesar 5 persen dan 4,8 persen dalam tiga tahun terakhir. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
