bonds

Fixed Income Daily Notes 3 Aug 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

03 August 2026 - 08.30am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 3 Aug 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 26-08-2026, 04:18

Americas

Ekspektasi inflasi konsumen AS terus menurun. Survei University of Michigan menunjukkan ekspektasi inflasi satu tahun ke depan turun menjadi 4,2% pada Juli 2026 dari 4,6% pada Juni, menandai penurunan selama dua bulan berturut-turut. Sentimen konsumen juga membaik ke level tertinggi sejak Februari, meskipun masih berada di bawah level tahun lalu akibat kekhawatiran terhadap biaya hidup yang tinggi. Di sisi lain, biaya tenaga kerja AS naik 0,9% QoQ pada kuartal II-2026, sedikit di atas ekspektasi pasar, sementara pertumbuhan tahunan biaya tenaga kerja bertahan di 3,4%.

Harga minyak turun, emas menguat di tengah prospek negosiasi AS–Iran. Harga minyak terkoreksi lebih dari 4% ke sekitar USD80 per barel setelah Presiden Trump mengumumkan bahwa pembicaraan damai dengan Iran akan kembali dimulai, sehingga meningkatkan harapan pemulihan pasokan energi dan normalisasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Di sisi lain, harga emas naik ke atas USD4.050 per ons, didukung pelemahan dolar AS dan meningkatnya permintaan aset safe haven menjelang rilis data ketenagakerjaan AS, meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September masih tetap bertahan.

Yield UST sentuh level tertinggi sejak Januari 2025. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,73% setelah sejumlah pejabat The Fed kembali menyoroti risiko inflasi yang masih tinggi dan menyatakan dukungan terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut apabila diperlukan. Meskipun The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhir, tiga anggota FOMC memberikan suara untuk kenaikan 25 bps, memperkuat persepsi pasar bahwa risiko pengetatan kebijakan tambahan masih terbuka.

Europe

Inflasi Eurozone naik, memperkuat ekspektasi pengetatan ECB. Inflasi tahunan Eurozone meningkat menjadi 2,9% YoY pada Juli 2026 dari 2,8% pada Juni, terutama didorong lonjakan harga energi akibat kembali memanasnya konflik AS–Iran. Tekanan inflasi inti juga menguat, dengan inflasi inti naik menjadi 2,5%, sementara inflasi jasa meningkat menjadi 3,3%. Di sisi lain, ekonomi Eurozone tumbuh 0,4% QoQ pada kuartal II-2026, melampaui ekspektasi pasar dan menjadi laju pertumbuhan tercepat sejak awal 2025.

Yield obligasi Eropa bertahan tinggi meski harga minyak mulai terkoreksi. Yield Bund Jerman tenor 10 tahun berada di sekitar 3,15%, sementara gilt Inggris tenor 10 tahun bertahan di dekat 5,0%, meskipun penurunan harga minyak membantu meredakan sebagian kekhawatiran inflasi jangka pendek. Sepanjang Juli, kedua pasar obligasi mencatat kenaikan yield yang signifikan karena ekspektasi bahwa ECB dan BoE masih berpotensi untuk hawkish.

Asia

BoJ pertahankan suku bunga, tetap buka peluang kenaikan lanjutan. Bank of Japan mempertahankan suku bunga acuan di 1,0% pada pertemuan Juli 2026, sesuai ekspektasi pasar, setelah menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada Juni. Mayoritas anggota dewan menilai risiko terhadap pertumbuhan ekonomi relatif seimbang, meskipun terdapat satu anggota yang mendukung kenaikan suku bunga menjadi 1,25%. Dalam proyeksi terbaru, BoJ menurunkan perkiraan inflasi tahun fiskal 2026 menjadi 2,5% dari 2,8%, namun menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 0,6% dari 0,5%, didukung oleh permintaan domestik yang tetap resilien dan berbagai stimulus pemerintah.

Yield obligasi Jepang dan India turun seiring meredanya kekhawatiran pasokan energi. Yield JGB tenor 10 tahun turun ke bawah 2,8% setelah Bank of Japan mempertahankan suku bunga di 1,0% sesuai ekspektasi pasar, sementara penguatan yen yang didorong dugaan intervensi otoritas Jepang turut mengurangi tekanan untuk melakukan pengetatan moneter yang lebih agresif. Di India, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun ke sekitar 6,8% karena pelemahan harga minyak dan penurunan yield US Treasury meningkatkan minat terhadap obligasi pemerintah.