Terakhir diperbarui: 04-03-2026, 15:49
Americas
Pertumbuhan ekonomi AS kuartal III direvisi naik ke 4,4%. Ekonomi AS tumbuh 4,4% secara tahunan pada Q3 2025, sedikit lebih tinggi dari estimasi awal 4,3% dan menjadi laju terkuat sejak Q3 2023. Revisi naik ini ditopang ekspor yang lebih solid serta penurunan tekanan dari persediaan. Konsumsi rumah tangga tetap kuat tumbuh 3,5%, sementara ekspor melonjak 9,6% dan impor turun 4,4%. Belanja pemerintah pulih 2,2% setelah kontraksi, dan penarikan persediaan hanya mengurangi 0,12 poin dari PDB dibandingkan kontribusi negatif besar pada kuartal sebelumnya.
Yield Treasury AS flat seiring data ekonomi US yang kuat. Yield obligasi AS tenor 10 tahun naik ke 4,27% setelah data menunjukkan konsumsi rumah tangga dan klaim pengangguran tetap solid, sehingga mengurangi urgensi pemangkasan suku bunga The Fed. Prospek kebijakan masih tidak pasti karena inflasi inti PCE tetap tinggi, namun pasar melihat The Fed hampir pasti menahan suku bunga pekan depan. Yield sedikit mereda dari puncaknya setelah Trump mundur dari rencana akuisisi Greenland dan membatalkan ancaman tarif ke negara Eropa, sehingga kekhawatiran investor terhadap aset dolar berkurang.
Europe
ECB tegaskan bersikap statis. Pembuat kebijakan ECB menilai sikap moneter saat ini masih sesuai tetapi tidak bersifat statis, menegaskan bahwa ‘kesabaran’ bukan berarti ragu bertindak. Risalah pertemuan Desember 2025 menunjukkan aktivitas ekonomi lebih tangguh dari perkiraan, pengangguran berada di posisi historis rendah, dan proyeksi inflasi tetap dekat target. Namun, ECB mengakui risiko ke depan bisa berubah signifikan, sehingga kebijakan akan disesuaikan mengikuti kondisi, bukan mengikuti jalur yang telah ditentukan. Pada pertemuan Desember, ECB kembali menahan suku bunga untuk pertemuan keempat berturut‑turut, dengan refinancing rate tetap di 2,15% dan deposit facility rate di 2%.
Yield Eropa bergerak campuran saat tensi tarif mereda. Yield Bund Jerman turun ke 2,87%, yield Swiss melemah ke 0,26%, dan BTP Italia menuju 3,50% setelah Trump menahan ancaman tarif terkait Greenland dan menyebut adanya “kerangka kesepakatan” dengan NATO, meski detail belum jelas dan Denmark tetap menolak negosiasi kedaulatan. Meski tensi sedikit mereda, ketidakpastian geopolitik tetap tinggi, termasuk ditundanya ratifikasi kesepakatan dagang AS–UE. Dari sisi kebijakan, inflasi Zona Euro yang mendekati target dan aktivitas ekonomi yang stabil membuat pasar memperkirakan ECB akan mempertahankan suku bunga. Di Inggris, yield gilt 10 tahun justru naik ke 4,49% didorong data fiskal yang lebih kuat dan inflasi jasa yang masih tinggi, di tengah membaiknya sentimen seiring meredanya risiko perang tarif AS–Eropa.
Asia
Inflasi Jepang melandai ke 2,1% di Desember. Inflasi tahunan Jepang turun ke 2,1% pada Desember 2025 dari 2,9% di bulan sebelumnya, level terendah sejak Maret 2022. Tekanan harga pangan mereda ke 5,1%, sementara inflasi inti turun ke 2,4% dari 3,0% meski tetap berada di atas target 2% BOJ untuk bulan ke‑45 berturut‑turut. Secara bulanan, CPI turun 0,1% setelah naik 0,3% di November, menandai penurunan pertama dalam sembilan bulan.
Yield Jepang turun, sedangkan China naik di tengah fokus fiskal. Yield JGB 10 tahun turun ke sekitar 2,26%, melemah untuk sesi kedua setelah lonjakan awal pekan ini mereda, menyusul imbauan stabilisasi dari Menkeu Katayama dan dimulainya rapat kebijakan BOJ yang diperkirakan menahan suku bunga di 0,75%. Kekhawatiran fiskal tetap tinggi setelah PM Takaichi mengumumkan pemilu kilat dan wacana penghapusan pajak makanan 8%. Di China, yield obligasi pemerintah 10 tahun naik menuju 1,83% akibat suplai obligasi spesial ultra‑long term senilai CNY93,6 miliar untuk mendukung pembaruan peralatan lintas sektor, menyusul penerbitan Desember CNY62,5 miliar.
