bonds

    Fixed Income Daily Notes 04 Maret 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    04 March 2026 - 08.31am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 04 Maret 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 04-04-2026, 21:18

    Americas

    Optimisme ekonomi AS melemah di tengah eskalasi konflik AS–Iran. Indeks Economic Optimism AS turun ke 47,5 pada Maret dari 48,8, dengan prospek enam bulan, kondisi finansial pribadi, dan penilaian atas kebijakan ekonomi federal semuanya melemah. Ketidakpastian makin besar setelah Presiden Trump menyatakan AS akan melakukan “apa pun yang diperlukan” dalam perang dengan Iran, sementara laporan menyebut AS bersiap meningkatkan serangan terhadap fasilitas rudal, drone, dan aset laut Iran dalam 24 jam ke depan, menambah tekanan geopolitik dan risiko bagi sentimen konsumen.

    Harga minyak terkoreksi, sementara emas dan perak jatuh karena investor beralih ke dolar. WTI turun ke sekitar USD73,8 per barel setelah sempat melonjak lebih dari 8% usai serangan ke fasilitas energi di Teluk, dengan janji pengawalan tanker oleh AS menenangkan pasar meski risiko pasokan tetap tinggi. Emas merosot hampir 5% dan perak anjlok lebih dari 10% karena investor memilih dolar AS sebagai aset aman di tengah tensi geopolitik dan inflasi energi yang mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed mundur ke September.

     

    Europe

    Defisit anggaran Prancis menyempit, sementara inflasi Belanda stabil di 2,4%. Defisit anggaran Prancis mengecil ke EUR9,7 miliar pada Januari berkat lonjakan pendapatan 49,4% YoY menjadi EUR36,3 miliar, didorong setoran VAT yang kuat dan peningkatan signifikan pendapatan non‑pajak, sementara belanja negara naik moderat 4,6% terutama pada pertahanan dan investasi. Di Belanda, inflasi tetap 2,4% pada Februari, dengan pelambatan harga makanan dan barang industri namun kenaikan inflasi jasa, sementara CPI bulanan diperkirakan melonjak 1% (kenaikan terbesar sejak Juli) di tengah inflasi energi yang mendatar dan HICP yang sedikit naik ke 2,3%.

      

    Yield obligasi Eropa melonjak dipicu inflasi Zona Euro yang lebih panas. Yield BTP Italia 10 tahun naik ke 3,5% (level tertinggi sejak Januari) setelah inflasi Zona Euro dan Italia melampaui perkiraan, sementara harga minyak dan gas melonjak akibat penutupan Selat Hormuz dan terhentinya ekspor LNG Qatar. Kenaikan biaya energi memperburuk tekanan harga di Eropa yang kini memiliki level penyimpanan gas rendah, sehingga pasar berbalik memperkirakan peluang 40% kenaikan suku bunga ECB di akhir tahun, dibanding pekan lalu yang justru memproyeksikan penurunan. Yield OAT Prancis juga naik di atas 3,4%, sedangkan Bund Jerman mencapai 2,79%, karena investor menilai inflasi energi dapat memperpanjang sikap hawkish ECB dan meningkatkan risiko inflasi yang lebih sulit dikendalikan menjelang musim dingin mendatang.

    Asia

    Pengangguran Jepang naik, sementara output industri Korea jatuh meski pertumbuhan tahunan melonjak. Tingkat pengangguran Jepang naik ke 2,7% pada Januari (tertinggi sejak pertengahan 2024) karena jumlah penganggur bertambah 60 ribu dan lapangan kerja turun 290 ribu, menandakan pasar tenaga kerja kehilangan momentum meski rasio lowongan terhadap pelamar tetap 1,18. Di Korea Selatan, produksi industri merosot 1,9% MoM, berbalik dari kenaikan 1,5% pada Desember akibat lemahnya konstruksi dan manufaktur, namun secara tahunan justru melonjak 7,1% berkat basis rendah dan pemulihan bertahap, meski outlook tetap tertekan oleh tantangan di sektor manufaktur.

    Yield obligasi Asia bervariasi. Yield JGB 10 tahun kembali naik ke atas 2,1% setelah lelang JGB terbaru mencatat permintaan kuat dengan bid‑to‑cover ratio 3,3, di tengah naiknya yield global akibat tensi Timur Tengah dan lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi. Pasar juga menanti arahan kebijakan BOJ karena pernyataan pejabat bank sentral membuka peluang kenaikan suku bunga bertahap. Sebaliknya, yield obligasi Tiongkok 10 tahun turun mendekati 1,8% karena investor mencari aset aman di tengah risiko eskalasi konflik, sementara pasar menunggu agenda Two Sessions dan kebijakan PBoC berikutnya.