bonds

    Fixed Income Daily Notes 23 February 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    23 February 2026 - 08.26am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 23 February 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 04-04-2026, 13:46

    Americas

    Pertumbuhan ekonomi AS melambat sementara sentimen konsumen lemah. Ekonomi AS tumbuh 1.4% pada Q4 2025, jauh di bawah ekspektasi dan dipengaruhi pelemahan belanja konsumen serta kontraksi belanja pemerintah akibat shutdown, meski investasi tetap menunjukkan perbaikan. Di saat yang sama, indeks sentimen konsumen University of Michigan direvisi turun sedikit ke 56.6 pada Februari, menandakan persepsi rumah tangga yang belum banyak berubah, dengan tingginya harga masih membebani hampir separuh responden dan ekspektasi inflasi satu tahun turun ke 3.4%.

    US Supreme Court AS batalkan tarif Trump. Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa tarif berbasis IEEPA buatan Trump tidak sah karena tidak mendapat otorisasi Kongres, menjatuhkan pukulan besar bagi kebijakan dagang utamanya. Putusan ini berpotensi memicu permintaan restitusi besar‑besaran dan disambut positif oleh pelaku usaha serta mitra dagang yang menilai tarif tersebut menambah biaya dan mengganggu hubungan ekonomi.

    UST 10Y naik ke 4.09% di tengah tarik‑ulurnya isu tarif dan data ekonomi AS. Yield UST 10 tahun bergerak ke 4.09% setelah pasar mencerna putusan Mahkamah Agung yang membatalkan tarif resiprokal serta respons cepat Presiden Trump yang berjanji menerbitkan tarif global 10%, memulihkan sentimen inflasi yang sempat mereda. Pergerakan ini juga terjadi meski GDP Q4 hanya tumbuh 1.4% dan core PCE bertahan tinggi di 3%, memperkuat pandangan suku bunga tinggi lebih lama. DXY stabil di sekitar 97.8 karena prospek tarif baru dan inflasi yang tetap lengket menahan pelemahan dolar meski keputusan hukum sempat menekan indeks di awal sesi.

     

    Europe

    Penjualan ritel Inggris melonjak sementara PPI Jerman kembali melemah. Penjualan ritel Inggris naik 1.8% MoM di Januari, jauh melampaui ekspektasi dan menjadi kenaikan bulanan terkuat sejak Mei 2024 berkat permintaan kuat di toko non‑makanan serta penjualan online, sementara secara YoY pertumbuhan menembus 4.5%. Dari Jerman, produsen mencatat penurunan harga 3% YoY di Januari, dipimpin turunnya biaya energi hingga dua digit, dengan PPI inti masih naik moderat sehingga menandakan tekanan harga industri tetap jinak.

      

    Yield Eropa turun didorong surplus fiskal Inggris dan permintaan aset aman. Yield gilt Inggris 10 tahun melemah menuju 4.35% setelah data fiskal mencatat surplus Januari tertinggi sejak 1993, ditambah sentimen dovish BoE dan data ekonomi yang solid seperti PMI dan lonjakan penjualan ritel. Di Jerman, Bund 10Y turun ke 2.73% seiring meningkatnya permintaan safe haven akibat tensi AS–Iran, sementara PMI zona euro yang lebih kuat serta klarifikasi Lagarde bahwa ia akan menuntaskan masa jabatannya turut mempengaruhi pergerakan pasar.

    Asia

    AS–Iran bertemu kembali pada di 23 Feb, manufaktur Jepang menguat. Iran menyatakan peluang diplomasi masih terbuka menjelang putaran pembicaraan nuklir di Jenewa pada Kamis, meski AS meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah. Di Jepang, PMI manufaktur naik ke 52.8 pada Februari, tertinggi sejak 2022, didorong permintaan domestik dan ekspor yang kuat—termasuk lonjakan pesanan luar negeri tercepat dalam delapan tahun—serta prospek bisnis yang makin optimistis.

    Yield JGB turun seiring inflasi melemah, sementara CGB naik jelang libur Imlek. Yield JGB 10 tahun turun menuju 2.1% setelah inflasi Jepang melandai di Januari, memberi ruang bagi BOJ untuk menunda kenaikan suku bunga di tengah pemulihan ekonomi yang masih lemah, meski lelang JGB 20 tahun menunjukkan minat yang lebih rendah akibat yield yang menipis. Di Tiongkok, yield CGB 10 tahun bergerak naik ke sekitar 1.80% jelang libur Imlek saat investor lebih berhati‑hati, ditopang arahan untuk membatasi eksposur UST, kebijakan moneter yang tetap longgar, serta keberhasilan lelang obligasi pemerintah di Hong Kong di tengah meredanya sedikit tekanan geopolitik.