bonds

    Fixed Income Daily Notes 21 January 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    21 January 2026 - 07.23am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 21 January 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 23-01-2026, 05:08

    Americas

    Tensi AS–Eropa naik, data tenaga kerja AS melandai. Ketegangan antara Washington dan Eropa kembali meningkat setelah Presiden Trump mengancam tarif baru pada delapan negara Eropa yang menolak rencana pengambilalihan Greenland, dengan pembahasan lanjutan dijadwalkan di WEF Davos. Di sisi data, laporan ADP menunjukkan perekrutan oleh perusahaan swasta AS melambat menjadi rata‑rata 8.000 pekerjaan per minggu dalam empat minggu hingga 27 Desember 2025, turun dari 11.250 pada periode sebelumnya, menandakan moderasi momentum pasar tenaga kerja di akhir tahun.

    Yield Treasury AS naik di tengah gejolak obligasi Jepang dan tarif AS‑Eropa. Yield obligasi AS tenor 10 tahun naik ke 4,29% akibat tekanan global setelah aksi jual besar di JGB menyusul rencana PM Takaichi menggelar pemilu kilat dan memotong pajak makanan yang dinilai berisiko memperburuk fiskal Jepang. Sentimen makin tertekan oleh ancaman tarif Trump (10% mulai Februari dan 25% pada Juni) serta tarif 200% untuk produk Prancis jika penolakannya terhadap rencana Greenland berlanjut. Di saat yang sama, indeks dolar turun ke bawah 98,5 karena investor melepas aset USD di tengah ketidakpastian politik dan potensi balasan UE hingga USD93 miliar, sementara beberapa institusi Eropa mulai mengurangi kepemilikan Treasury AS.

     

    Europe

    Sentimen ekonomi Zona Euro menguat di Januari. Indikator ZEW Sentiment Zona Euro naik 7,1 poin menjadi 40,8 pada Januari 2026, level tertinggi sejak Juli 2024 dan melampaui ekspektasi 35,2. Survei menunjukkan mayoritas analis memperkirakan kondisi ekonomi tidak berubah, sementara 42,5% melihat peluang perbaikan. Penilaian kondisi saat ini juga membaik dengan indeks naik ke -18,1, dan ekspektasi inflasi turun menjadi -7,6, mengindikasikan optimisme yang meningkat terhadap prospek ekonomi kawasan.

    Yield Eropa dan Inggris naik di tengah tekanan tarif AS dan lonjakan yield Jepang. Yield obligasi Eropa dan Inggris kompak naik akibat kombinasi sentimen yang sama: ancaman tarif AS terkait Greenland dan gejolak di pasar obligasi Jepang. Bund Jerman terdorong naik seiring lonjakan indeks ZEW ke level tertinggi sejak 2021, sementara gilt Inggris menguat setelah data tenaga kerja melemahkan ekspektasi pelonggaran BOE. Di Prancis, yield OAT mendekati 3,6% karena ancaman tarif AS (termasuk bea 200% untuk wine dan sampanye) dan ketidakpastian anggaran 2026. Yield BTP Italia juga ikut naik, dipicu kekhawatiran bahwa tensi tarif dan kejatuhan obligasi Jepang dapat memicu risiko merembet ke pasar obligasi Eropa secara keseluruhan.

    Asia

    PBOC tahan suku bunga, pilih stimulus terarah. PBOC mempertahankan LPR satu tahun di 3,0% dan lima tahun di 3,5%, melanjutkan stabilitas delapan bulan terakhir di tengah pelemahan permintaan domestik. Alih‑alih memangkas suku bunga acuan, Beijing fokus pada dukungan terarah untuk UMKM, sektor swasta, dan investasi teknologi, sementara penguatan yuan memberi ruang menjaga stabilitas nilai tukar di tengah dolar yang tertekan oleh ketegangan AS–UE terkait Greenland.

    Yield JGB menembus 2,3% di tengah kekhawatiran fiskal. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik di atas 2,3%, level tertinggi dalam hampir 30 tahun, dipicu kecemasan pasar terhadap rencana PM Sanae Takaichi memangkas pajak makanan menjadi 0% yang dinilai berpotensi menambah risiko fiskal. Takaichi juga akan membubarkan parlemen pekan ini dan menggelar pemilu 8 Februari untuk mengamankan dukungan bagi agenda ekspansi fiskal. Di saat yang sama, fokus pasar tertuju pada pertemuan BOJ pekan ini yang diperkirakan mempertahankan suku bunga, dengan investor mencermati sinyal hawkish Gubernur Ueda di tengah spekulasi kenaikan suku bunga lanjutan pada Juni.