bonds

    Fixed Income Daily Notes 20 January 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    20 January 2026 - 08.13am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 20 January 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 04-03-2026, 20:11

    Americas

    IMF naikkan proyeksi pertumbuhan global, tapi peringatkan risiko stabilitas
    IMF meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2026 menjadi 3,3% dari 3,1%, didorong ketahanan aktivitas ekonomi, pasar tenaga kerja yang solid, serta lonjakan investasi teknologi khususnya AI. Namun, IMF menilai arus investasi berbasis AI dapat menjadi sumber ketidakstabilan bila produktivitas tidak meningkat sesuai harapan, sehingga memicu koreksi pasar dan menekan kekayaan rumah tangga. Risiko perdagangan dan geopolitik juga tetap tinggi, dengan potensi sengketa baru atau arus proteksionisme membebani laba korporasi dan mempertahankan tekanan inflasi. Secara regional, IMF memperkirakan pertumbuhan tetap beragam namun tangguh: AS 2,6%, Euro Area 1,3%, dan China 4,5%.

    Putin dan sejumlah pemimpin dunia diundang masuk “Board of Peace”. Trump mengundang Putin, Lukashenko, serta beberapa pemimpin seperti Erdogan, Orbán, Milei, el‑Sisi, dan PM India Modi untuk bergabung sebagai founding states dalam komite rekonstruksi Gaza. Langkah ini membuka peluang kembalinya Putin ke arena diplomatik, namun memicu penolakan dari negara seperti Prancis dan kritik Irlandia yang menilai mandat komite terlalu luas dan dapat menggeser PBB.

    Europe

    Inflasi Zona Euro turun ke 1,9% di Desember. Inflasi kawasan euro melemah ke 1,9% YoY pada Desember 2025 dari 2,1% di November, sedikit di bawah estimasi awal dan untuk pertama kalinya sejak Mei berada di bawah target 2% ECB. Tekanan harga jasa turun ke 3,4%, barang industri non-energi melambat ke 0,4%, dan energi mencatat penurunan lebih dalam sebesar 1,9% YoY. Sebaliknya, inflasi makanan, alkohol, dan tembakau naik tipis ke 2,5%. Inflasi inti turun ke 2,3%, terendah empat bulan. Di antara ekonomi besar zona euro, inflasi HICP mereda di Jerman, Prancis, dan Spanyol, sementara Italia mencatat kenaikan kecil ke 1,2%.

    Yield Eropa turun di tengah ancaman tarif AS. Yield obligasi Eropa bergerak menurun menyusul meningkatnya tensi perdagangan setelah Presiden Trump mengancam memberlakukan tarif 10% mulai Februari dan naik menjadi 25% pada Juni terhadap delapan negara Eropa yang menolak rencana pembelian Greenland oleh AS. Di Swiss, yield 10‑year naik ke sekitar 0,26% seiring lonjakan permintaan aset aman menjelang WEF Davos dan ekspektasi SNB mempertahankan suku bunga 0%. Di Prancis, yield OAT 10‑year turun menuju 3,5% di tengah ketidakpastian anggaran 2026 dan kekhawatiran dampak ekonomi dari eskalasi tarif. Sementara itu, Bund Jerman 10‑year melemah ke 2,82% akibat permintaan aset aman dan risiko bagi eksportir Eropa, terutama Jerman dan Inggris yang paling terekspos terhadap potensi tarif 10%–25%.

    Asia

    Populasi China kembali turun tajam di 2025. Populasi China menyusut 3,39 juta pada 2025 menjadi 1,405 miliar, penurunan tahun keempat berturut‑turut akibat kelahiran yang merosot ke 7,92 juta dan kematian yang naik ke 11,31 juta. Jumlah lansia terus meningkat hingga 23% populasi, menambah tekanan demografi. Pemerintah kini menyiapkan paket insentif kelahiran yang diperkirakan menelan biaya sekitar CNY180 miliar pada 2026 untuk mengatasi penuaan dan rendahnya angka kelahiran.

    Yield JGB naik di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga dan pemilu kilat. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun melonjak ke 2,24% pada Senin, tertinggi sejak 1999, didorong spekulasi kenaikan suku bunga BOJ serta rencana ekspansi fiskal di bawah PM Sanae Takaichi. BOJ diperkirakan menahan suku bunga di 0,75% pekan ini, meski pasar melihat peluang kenaikan pada Juni, terutama setelah Gubernur Ueda kembali menegaskan kesiapan menaikkan suku bunga bila tren ekonomi dan inflasi sejalan proyeksi. Dari sisi politik, rencana Takaichi membubarkan parlemen dan menggelar pemilu kilat 8 Februari untuk mengamankan dukungan terhadap belanja fiskal yang lebih besar, menambah tekanan pada yield.