Login
Language
Halo BCA 1500888 tkn 9
Close
Close

Berita

07 December 2018

Berita Hari Ini

Friday, 07 December 2018

15:59 PM - Sumber : news.iqplus.info

BI SEBUT AKSI JUAL SAHAM JADI PEMICU DEPRESIASI RUPIAH

40155615

IQPlus, (07/12) - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, aksi jual saham di pasar global yang menular ke bursa saham domestik menjadi salah satu pemicu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pada pekan ini.

Menurut Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara di Gedung BI Jakarta, Jumat, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam tiga hari terakhir, salah satunya disebabkan oleh penjualan saham di pasar global.

Mirza menjelaskan, aksi profit taking pada instrumen saham dipengaruhi oleh ekspektasi pertumbuhan ekonomi dan laba emiten. "Saham itu bergerak berdasarkan ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan laba," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebelumnya para pelaku pasar keuangan berharap perang dagang antara AS dan China bisa mereda, sehingga akan menciptakan stabilitas kurs, terutama di emerging market.

"Tetapi, ternyata perang dagang AS dan China belum mereda. Salah satu yang ditangkap pasar adalah mengenai sikap Direktur Huawei di Kanada. Itu mencerminkan perang dagang belum mereda," papar Mirza.

Sehingga, lanjut Mirza, isu perang dagang global tersebut semakin memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia. "Ada respons dari bank sentral China yang melakukan depresiasi yuan, sehingga hal ini membuat depresiasi kurs emerging market," ungkapnya.

Menurut Mirza, perlambatan angka pertumbuhan ekonomi akan diikuti oleh perlambatan pertumbuhan laba perusahaan tercatat. "Jadi pasar saham bereaksi, akhirnya penjualan saham bereaksi. Dan, kondisi itu yang menular ke negara emerging market, termasuk Indonesia. Jadi, memang ada outflow di pasar saham," tegas Mirza.

Dengan demikian, jelas dia, pelemahan kurs di emerging market merupakan fenomena global. "Pelemahan kurs Indonesia dan India lebih besar dibandingkan negara yang lain, eskpor barang dan jasa mengalami defisit. Maka dari itu kita jangan terlena dengan penguatan pad pekan lalu," ujarnya. (end/bd)

back top