Login
Language
Halo BCA 1500888 tkn 9
Close
Close

Berita

05 August 2022

Friday, 05 August 2022

16:57 PM - Sumber : news.iqplus.info

BI SAMPAIKAN PERKEMBANGAN INDIKATOR STABILITAS NILAI RUPIAH

16165223

IQPlus, (5/8) - BI mencermati pemulihan ekonomi nasional yang sedang berlangsung, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik. Indikator dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi, sebagai berikut:

A. Perkembangan Nilai Tukar 1 - 5 Agustus 2022

Pada akhir hari Kamis, 4 Agustus 2022

1. Rupiah ditutup di level (bid) Rp14.930 per dolar AS.
2. Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke 7,20%.
3. DXY[1] melemah ke level 105,69.
4. Yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun naik ke level 2,688%.

Pada pagi hari Jumat, 5 Agustus 2022

1. Rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.890 per dolar AS.
2. Yield SBN 10 tahun turun di level 7,16%.

Aliran Modal Asing (Minggu I Agustus 2022)

1. Premi CDS Indonesia 5 tahun naik ke 117,03 bps per 4 Agustus 2022 dari 113,08 bps per 29 Juli 2022.

2. Berdasarkan data transasksi 1 - 4 Agustus 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp0,80 triliun terdiri dari beli neto Rp3,42 triliun di pasar SBN dan jual neto Rp4,22 triliun di pasar saham.

3. Berdasarkan data setelmen s.d. 4 Agustus 2022, nonresiden jual neto Rp129,86 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp60,28 triliun di pasar saham.

B. Perkembangan Inflasi

1. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu I Agustus 2022, perkembangan inflasi sampai dengan minggu pertama Agustus 2022 diperkirakan mengalami deflasi sebesar 0,08% (mtm).

2. Komoditas utama penyumbang deflasi Agustus 2022 sampai dengan minggu pertama yaitu bawang merah sebesar 0,13% (mtm), cabai merah sebesar 0,07% (mtm), cabai rawit dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,05% (mtm).

Selanjutnya angkutan udara sebesar 0,04%, (mtm), daging ayam ras sebesar 0,03% (mtm), tomat sebesar 0,02% (mtm), serta bayam dan jeruk masing-masing sebesar 0,01% (mtm). Sementara itu, komoditas yang mengalami inflasi pada periode minggu pertama Agustus 2022 yaitu Bahan Bakar Rumah Tangga (BBRT) sebesar 0,07% (mtm), rokok kretek filter sebesar 0,02% (mtm), air kemasan dan kentang masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut. (end)

back top