WAMENDAG PERKUAT SINERGI PERDAGANGAN DENGAN JERMAN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
12 February 2026
04253136
IQPlus, (12/2) - Indonesia dan Jerman memiliki hubungan istimewa yang lebih dari sekadar hubungan antarnegara. Hubungan kedua negara memiliki sejarah panjang di berbagai aspek. Sejak dulu, tokoh-tokoh penting dari kedua negara telah saling menguatkan hubungan bilateral Indonesia-Jerman, termasuk di bidang perdagangan.
Demikian diutarakan Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri dalam acara Gala Banquet Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) Asia-Pacific Directors Conference yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (11/2).
"Di samping sejarah panjang hubungan kedua negara, Indonesia-Jerman juga memiliki kepentingan bersama dalam menghadapi tantangan dan ketidakpastian perdagangan global yang terjadi saat ini, yaitu untuk tumbuh di bawah sistem perdagangan yang dapat diprediksi, transparan, dan berbasis aturan. Keterbukaan ekonomi harus berlandaskan aturan yang jelas dan tanggung jawab sosial," terang Wamendag Roro.
Tidak hanya itu, menurutnya, kedua negara juga sepakat bahwa keberlanjutan, perdagangan bebas dan adil, serta kepastian regulasi merupakan prasyarat konkret untuk daya saing, inovasi, dan perencanaan investasi jangka panjang. Hal ini hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama dengan pendekatan pragmatis.
"Oleh karena itu, Jerman telah menjadi mitra dekat Indonesia selama negosiasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) berlangsung. Setelah hampir 10 tahun bernegosiasi, pada September 2025, kami akhirnya mencapai kesimpulan substansial. Tahun ini, kedua belah pihak akan menyelesaikan prosedur hukum internal dan memperkirakan implementasi CEPA akan dimulai pada Januari 2027," ujar Wamendag Roro.
Wamendag Roro menegaskan, IEU-CEPA merupakan tonggak penting bagi Indonesia dan Uni Eropa, termasuk bagi Jerman. Perjanjian ini memberikan kepastian dalam menjalankan bisnis dan berfungsi sebagai platform yang kuat dalam mengatasi berbagai tantangan yang ada.
IEU-CEPA lebih dari sekadar pengurangan tarif. Perjanjian ini menyediakan kerangka kerja untuk kepastian hukum, akses pasar, dan kerja sama regulasi dalam barang, jasa, dan investasi. IEU-CEPA akan inklusif bagi semua tingkat pelaku ekonomi dan memberikan kepastian kepada perusahaan besar dan usaha kecil dan menengah (UKM) dari kedua belah pihak.
"Perjanjian ini juga mencakup komitmen dan kerja sama di bidang ekonomi hijau, serta neraca perdagangan dan pembangunan berkelanjutan. Singkatnya, CEPA memberi kita begitu banyak alat untuk mengatasi kekhawatiran dan kepentingan kita di tengah ketidakpastian global," tegas Wamendag Roro.
Deputy Head of the Division European and International Cooperation KAS, Caroline Kanter menyampaikan, KAS sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas hubungan baiknya dengan banyak pihak di Indonesia yang telah terjalin sejak lama. "KAS dapat bekerja dengan baik hanya jika kami memiliki mitra yang kuat serta dapat diandalkan. Kami sangat bersyukur bahwa kami mendapatkan itu di Indonesia," kata Caroline. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
