BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

RUMAH SAKIT PRESIDENT UNIVERSITY MULAI BEROPERASI DI KOTA JABABEKA

Terbit Pada

15 October 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 11-09-2026, 04:10:pm

28757412

IQPlus, (15/10) - KOTA Jababeka, Cikarang, resmi memiliki rumah sakit baru dengan beroperasinya Rumah Sakit (RS) President University. Hal ini menyusul terbitnya surat izin operasional dan selesainya pembangunan serta infrastruktur, yang ditandai dengan peluncuran logo RS President University pada Sabtu (10/10/2026).

Rumah sakit percontohan

Acara peluncuran dihadiri oleh dr. Asep Surya Atmaja selaku Plt. Bupati Kabupaten Bekasi, Johanes Poso selaku Direktur Utama PT Rumah Prima Sehat dan jajaran direksi, Prof. Budi Setiabudiawan selaku Dekan Fakultas Kedokteran President University, Handa S. Abidin selaku Rektor President University, Prof. Dr. dr. Satyanegara, Sp.BS (K) selaku Chairman of Board of Trustee (BoT) Fakultas Kedokteran President University beserta anggota BoT, dan, Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, D.E.A dari Yayasan Pendidikan Universitas Presiden.

RS President University berlokasi di Jalan Niaga Raya, Kabupaten Bekasi, dengan luas lahan sekitar 6.800 meter persegi. Rumah sakit ini hadir sebagai bagian dari ekosistem Jababeka Medical City, setelah sebelumnya berdiri Fakultas Kedokteran President University. RS President University dirancang untuk dikembangkan sebagai rumah sakit yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan.

Setyono Djuandi (SD) Darmono, founder of President University dan founder & chairman PT Jababeka Tbk, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan Pemerintah Kabupaten Bekasi serta berbagai pihak sehingga RS President University dapat mulai beroperasi.

"Hari ini merupakan launching rumah sakit kepada stakeholder utama yang mengundang Kementerian Kesehatan, Pemerintah Kabupatan Bekasi, Dinas Kesehatan Pemkab Bekasi, tenant-tenant Kawasan Industri Jababeka, perbankan dan perusahaan asuransi, dan mitra strategis. Terima kasih untuk semua pihak yang sudah hadir," kata SD Darmono, dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa RS President University akan dikembangkan menjadi rumah sakit berstandar internasional, dengan tujuan menjadi salah satu pilihan utama bagi pasien mancanegara yang ingin mendapatkan layanan kesehatan berkualitas di Kabupaten Bekasi.

"Untuk tahap awal ialah layanan check-up dulu, agar bisa mengdiagonosa kanker sejak dini, sambil melatih dokter-dokter bisa sekelas dokter asing yang bisa Bahasa Inggris, Jepang, dan Mandirin. Sehingga orang asing mau datang ke sini. Karena, kalau ribuan pabrik dari 46 negara dengan banyak ekspatriat di Cikarang didiami saja, mereka akan pergi berobat ke Singapura, Penang-Malaysia, atau Australia. Jadi, kita harap, RS President University ini bisa menjadi proyek percontohan bagi Kabupaten Bekasi, dan dapat dukungan pemerintah dan semua pihak," katanya.

Dukungan penuh pemkab Bekasi

Sementara itu, dr. Asep Surya Atmaja, juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas peluncuran RS President University di Kota Jababeka. Menurutnya, salah satu concern dalam memimpin Pemkab Bekasi ialah dr Asep Surya Atmaja ingin masyarakat Kabupaten Bekasi yang sedang sakit mudah untuk berobat.

"Alhamdulillah, hari ini Kabupaten Bekasi menambah satu lagi rumah sakit dari 55 rumah sakit menjadi 56 rumah sakit. Dengan dibukanya Rumah Sakit President yang insya Allah akan dikembangkan untuk khusus untuk cancer, mudah-mudahan nanti jadi pusatnya di sini," kata dr. Asep Surya Atmaja.

Ia juga mendorong RS President University untuk segera bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Hal itu agar masyarakat Kabupaten Bekasi yang butuh pelayanan kesehatan atau terkena cancer bisa berobat di RS President University dan bisa dilayani dengan baik untuk mencapai kesembuhan. dr. Asep Surya Atmaja juga menyampaikan komitmennya dalam mendukung pengembangan RS President University.

"Untuk (kebutuhan) terkait regulasi, birokrasi, perizinan, akan saya kawal. Apalagi saya seorang dokter, yang memang kesehatan, sangat saya prioritaskan," katanya.

Senada dengan itu, Prof. Budi Setiabudiawan, mengapresiasi atas visi, komitmen, dukungan nyata SD Darmono, BoT FKPU, jajaran direksi RS President University, sehingga RS President University bisa resmi beroperasi dalam waktu cepat. Sebab, Fakultas Kedokteran President University baru berdiri pada tahun 2023 namun dalam waktu kurang dari empat tahun sudah hadir RS President University.

Prof. Dr. dr. Satyanegara, Sp.BS (K), meyakini, RS President University akan berkembang pesat dalam waktu singkat. Hal itu karena RS President University sudah melakukan kerja sama internasional, baik dari Taiwan maupun Tiongkok.

Siapkan layanan unggulan

Sementara itu, Johanes Poso, menceritakan, bahwa ia sudah melakukan kunjungan ke Taiwan dan Tiongkok untuk untuk melihat perkembangan terbaru dalam penanganan kanker. Pengetahuan dan teknologi tersebut diharapkan dapat diterapkan di RS President University sebagai layanan unggulan, sehingga rumah sakit ini dapat menjadi salah satu rujukan untuk pengobatan kanker.

Setelah cancer center berhasil dikembangkan, pihaknya berencana mengembangkan cardiac center atau pusat layanan penyakit jantung. Kedua layanan tersebut dipilih karena kanker dan penyakit jantung merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat Indonesia.

Dijelaskan Johanes Poso, RS President University sudah mengantongi izin operasional tipe D dan telah menyiapkan berbagai layanan kesehatan. Mulai dari rawat inap dengan kapasitas 54 tempat tidur, instalasi gawat darurat (IGD), poliklinik, layanan operasi, farmasi, laboratorium, radiologi, hingga layanan rujukan. Selain itu, RS President University juga menyiapkan layanan dokter spesialis, meliputi spesialis anak dan kesehatan ibu, penyakit dalam, gizi, serta kebidanan dan kandungan.

Fasilitas kesehatan yang mulai perdana beroperasi dalam waktu dekat, yaitu poliklinik dan medical check up (MCU). Sementara itu, peluncuran RS President University secara keseluruhan akan dilakukan pada bulan November 2026 nanti.

"Saat ini, kami telah memiliki pegawai sebanyak 111 karyawan meliputi dokter, tenaga kesehatan, pegawai administrasi, dan pendukung rumah sakit," kata Johanes Poso. (end)