BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

TRIPUTRA AGRO PERSADA (TAPG) TEGASKAN OPERASIONAL AMAN DARI KARHUTLA

Terbit Pada

15 October 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 15-09-2026, 09:21:am

28759336

IQPlus, (15/10) - PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) memastikan bahwa wilayah operasional, aset, maupun konsesi milik perusahaan dan entitas anak tidak terdampak oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penegasan ini disampaikan oleh Corporate Secretary PT Triputra Agro Persada Tbk, Joni Tieng, dalam keterbukaan informasi pada 13 Oktober 2026.

Berdasarkan penjelasan resmi perseroan, wilayah operasional perkebunan kelapa sawit dan unit pengolahannya tersebar di sejumlah kabupaten di Indonesia. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Muaro Jambi di Provinsi Jambi; Kabupaten Lamandau, Seruyan, Sukamara, dan Kotawaringin Barat di Provinsi Kalimantan Tengah; serta Kabupaten Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, dan Penajam Paser Utara di Provinsi Kalimantan Timur.

Sementara itu, untuk unit operasional karet dan pengolahannya berfokus di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Dalam struktur keuangan perseroan, segmen kelapa sawit menjadi penyumbang terbesar terhadap total pendapatan konsolidasian dengan porsi mencapai 99,8 persen, sedangkan segmen karet berkontribusi sebesar 0,2 persen.

Manajemen menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada area operasional yang terdampak karhutla, sehingga isu kebakaran lahan tidak memberikan dampak negatif terhadap pendapatan, laba, maupun nilai aset perseroan. Selain itu, tidak ada penghentian operasional secara mendadak (unplanned shutdown) di seluruh lokasi site, serta target produksi tahun 2026 tetap berjalan sesuai rencana.

Guna memitigasi risiko kebakaran baik jangka pendek maupun jangka panjang, perseroan menerapkan Kebijakan Kelapa Sawit Berkelanjutan tanpa bakar (Zero Burning Policy) pada setiap aktivitas pembukaan lahan (land clearing) maupun peremajaan kebun (replanting). Strategi pengendalian karhutla ini dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu pendekatan prediktif, preventif, dan kolaboratif.

Sebagai langkah prediktif dan preventif, perseroan mengoperasikan Fire Danger Rating System (FDRS) dan sistem deteksi dini berbasis satelit LAPAN untuk memantau titik panas (hotspot). Selain itu, perseroan menyiagakan 21 Regu Satgas Karhutla dengan 3.425 personel, 354 unit embung air, 312 menara pantau api, serta 73 unit drone sesuai ketentuan Permentan No. 6/2025 dan PermenLHK No. 32/2016.

Dari sisi kolaboratif, perseroan bekerja sama dengan Manggala Agni, mendampingi Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), dan menggelar patroli gabungan bersama pemerintah daerah serta aparat keamanan. Langkah mitigasi ini juga diintegrasikan dengan penguatan ekonomi desa melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) serta apresiasi berupa reward Desa Bebas Kebakaran, sekaligus memastikan perseroan bebas dari proses hukum maupun sanksi administratif. (end)

BCA Sekuritas | BCA Sekuritas