PERTAMINA EP CEPU PERKUAT EKOSISTEM K3 NASIONAL
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
25 February 2026
05548704
IQPlus, (25/2) - Pertamina EP Cepu (PEPC) resmi menutup rangkaian Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2026 yang berlangsung sejak 12 Januari 2026.
Program ini menjadi momentum memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan Regional 4 Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, dengan tema "Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif".
Penutupan kegiatan dihadiri Direktur Utama Regional 4 Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Ruby Mulyawan; Komisaris Utama PEPC, Taufan Hunneman; serta jajaran manajemen dan pekerja Regional 4.
Turut hadir sebagai narasumber dalam sesi Security Talk, Wakil Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayjen TNI Ferdial Lubis dan Pengamat Intelijen dan Keamanan Nasional, Stepi Anriani.
Selama periode Bulan K3, perusahaan mencatat peningkatan signifikan dalam aktivitas keselamatan.
Total 16 kegiatan HSSE digelar, naik 33 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan jumlah peserta mencapai 1.147 orang atau tumbuh 63 persen.
Jam pembelajaran juga meningkat 55 persen, termasuk penguatan program learning from event yang menghadirkan pengalaman langsung dari keluarga pekerja untuk memperkuat kesadaran keselamatan.
Peningkatan aktivitas tersebut tetap dibarengi efisiensi anggaran sekitar 10 persen, menunjukkan program K3 dijalankan lebih efektif dan berkelanjutan.
Pada penutupan acara, perusahaan juga menggelar Deklarasi Komitmen Bersama HSSE Regional 4.
Deklarasi ini menegaskan empat fokus utama: Lead by Example Leader Behaviour, Just & Fair Culture, ONE SIKA, serta CSMS (Contractor Safety Management System).
Deklarasi tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen oleh Direktur Utama, Komisaris Utama, seluruh pimpinan fungsi, serta General Manager di lingkungan Regional 4.
Dalam sambutannya, Komisaris Utama PEPC, Taufan Hunneman, mengajak seluruh pekerja untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang aman serta secara aktif mengidentifikasi dan mengurangi risiko di tempat kerja.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Regional 4 Indonesia Timur, Ruby Mulyawan, menegaskan bahwa K3 bukan sekadar pencapaian angka zero accident atau pemenuhan dokumen audit, melainkan wujud kepedulian dan tanggung jawab terhadap keluarga di rumah.
Ia mendorong seluruh pekerja untuk membangun pola pikir keselamatan yang kuat dengan menjadikan K3 tidak hanya sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai bagian dari keseharian dalam mengidentifikasi dan memitigasi setiap risiko, sekecil apa pun.
Upaya ini dimulai dari diri sendiri, diterapkan dalam lingkungan keluarga, hingga menjadi kebiasaan positif di tempat kerja.
Seluruh pekerja juga didorong untuk aktif saling mengingatkan serta memiliki keberanian menjalankan Stop Work Authority apabila menemukan tindakan maupun kondisi tidak aman, karena kepedulian terhadap keselamatan rekan kerja menjadi fondasi utama dalam membangun budaya kerja yang selamat dan berkelanjutan.
Rangkaian acara ditutup dengan Security Talk bertajuk "Pertamina at The Crossroads" yang memberikan perspektif strategis mengenai dinamika keamanan nasional dan implikasinya terhadap keberlangsungan industri energi, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya sinergi antara aspek keselamatan dan keamanan sebagai bagian integral dalam menjaga keandalan operasional dan ketahanan energi nasional.
Melalui peringatan Bulan K3 2026 ini, PEPC menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem K3 yang profesional, andal, dan kolaboratif demi mendukung operasional yang selamat, efisien, dan berkelanjutan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
