BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PERKUAT KETAHANAN BAHAN BAKU KIMIA, TPIA SELESAIKAN TRANSAKSI STRATEGIS PROYEK CA-EDC

Terbit Pada

15 October 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 15-10-2026, 04:25:pm

28756555

IQPlus, (15/10) - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melalui anak perusahaannya, PT Chandra Asri Alkali (PT CAA), resmi menyelesaikan transaksi investasi strategis bersama Danantara Investment Management (DIM) dan Indonesia Investment Authority (INA) pada Kamis (15/10/2026). Kerja sama ini dilakukan untuk membiayai dan mengembangkan proyek pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (Proyek CA-EDC).

Melalui penyelesaian transaksi ini, DIM dan INA secara resmi masuk menjadi pemegang saham di PT CAA. Proyek CA-EDC ini dirancang memiliki kapasitas produksi tahunan sekitar 400 kiloton (KTA) soda kaustik dan 500 KTA ethylene dichloride (EDC). Kedua bahan kimia tersebut merupakan komoditas vital yang dibutuhkan oleh berbagai rantai industri hilir di Indonesia, termasuk sektor pengolahan bauksit dan alumina.

General Manager of Legal & Corporate Secretary PT Chandra Asri Pacific Tbk, Erri Dewi Riani, menyampaikan keterbukaan informasi ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai dengan regulasi keterbukaan informasi emiten pasar modal.

Manajemen perseroan optimistis bahwa pengoperasian Proyek CA-EDC akan membawa dampak positif yang signifikan bagi industri nasional. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas industri kimia dalam negeri, menjamin ketahanan pasokan bahan baku domestik, menekan ketergantungan pada impor, serta menyokong agenda hilirisasi nasional.

"Transaksi ini diharapkan dapat memperkuat posisi dan daya saing grup Perseroan dalam industri kimia nasional, serta mendukung pertumbuhan usaha jangka panjang melalui potensi peningkatan pendapatan dan kinerja keuangan," jelas manajemen dalam laporan resminya.

elain dari aspek pasokan dan ekonomi, proyek ini diperkirakan menyerap tenaga kerja yang cukup besar. Selama masa konstruksi, proyek CA-EDC diproyeksikan membuka sekitar 3.000 lapangan kerja baru, serta menyediakan sekitar 250 posisi operasional permanen ketika pabrik telah beroperasi.

Pihak manajemen juga menegaskan bahwa transaksi investasi strategis ini tidak memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. (end)