KEMENPERIN PERCEPAT INDUSTRI 4.0, DUA PERUSAHAAN DAPAT PENDAMPINGAN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
15 June 2026
16542039
IQPlus, (15/6) - Kementerian Perindustrian terus memacu percepatan transformasi digital sektor manufaktur nasional sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri di tengah persaingan global yang semakin kompetitif. Upaya strategis tersebut dijalankan melalui berbagai program pendampingan implementasi industri 4.0 yang terintegrasi melalui Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, transformasi digital merupakan kebutuhan mendesak bagi industri nasional agar mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan lanskap bisnis global. Oleh karena itu, pembangunan ekosistem industri 4.0 harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
"Transformasi digital menjadi salah satu kunci bagi industri manufaktur Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat posisinya dalam rantai pasok global. Untuk itu, diperlukan dukungan dan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat implementasi industri 4.0 di Indonesia," kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (15/6).
Sebagai implementasi dari komitmen tersebut, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menyelenggarakan Kick Off Meeting Pendampingan Transformasi Digital 2026 (Multi Sektor). Program ini merupakan bagian dari optimalisasi fungsi PIDI 4.0, khususnya melalui pilar Delivery Center yang memberikan pendampingan komprehensif kepada perusahaan manufaktur dalam menyusun strategi transformasi digital.
Pendampingan yang diberikan mencakup berbagai tahapan, mulai dari penilaian tingkat kesiapan transformasi digital melalui Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), identifikasi area prioritas perbaikan, hingga penyusunan roadmap transformasi digital yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing perusahaan.
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menjelaskan bahwa penerapan lima pilar INDI 4.0 secara konsisten akan membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing produknya.
"Pendampingan penyusunan roadmap transformasi digital yang dilakukan melalui PIDI 4.0 diarahkan untuk memperkuat aspek manajemen, organisasi, teknologi, hingga operasional perusahaan. Dengan demikian, industri dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing secara berkelanjutan," ujar Doddy. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
