INDORITEL: KOPERASI DESA MERAH PUTIH BELUM BERDAMPAK MATERIAL PADA BISNIS RITEL
Share via
Terbit Pada
04 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 02-06-2026, 09:42:am
15449946
IQPlus, (4/6) - PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) memastikan bahwa kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) belum memberikan dampak material terhadap kelangsungan usaha maupun rantai pasok (supply chain) entitas asosiasi Perseroan. Hal tersebut disampaikan manajemen dalam surat tanggapan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait permintaan penjelasan operasional perusahaan.
Corporate Secretary PT Indoritel Makmur Internasional Tbk, Kiki Yanto Gunawan, menjelaskan bahwa KDMP yang dibentuk berdasarkan Inpres No. 9 Tahun 2025 dan Inpres No. 17 Tahun 2025 merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekonomi wilayah pedesaan. Kendati demikian, Perseroan menilai KDMP memiliki segmen dan karakteristik pasar yang berbeda.
"Hingga saat ini, Perseroan menilai model usaha KDMP memiliki segmen tersendiri sehingga belum berdampak secara langsung terhadap kegiatan usaha entitas asosiasi Perseroan. Industri ritel modern nasional sendiri masih memiliki potensi pertumbuhan yang luas," ujar Kiki dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/6/2026).
Bukan Penyebab Penutupan Gerai
Menanggapi isu mengenai adanya penutupan atau penyesuaian operasional gerai ritel di beberapa wilayah, termasuk di Lombok Tengah, manajemen Indoritel menegaskan bahwa kebijakan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan keberadaan KDMP. Menurut Kiki, penyesuaian operasional di lapangan murni merupakan bagian dari evaluasi bisnis berkala, serta pemenuhan terhadap regulasi perizinan dan tata ruang yang berlaku di daerah setempat. Manajemen juga menambahkan bahwa jaringan distribusi dan hubungan dengan para pemasok (supplier) hingga saat ini masih berjalan dengan normal dan kokoh.
Belum Ada Kerja Sama Strategis
Hingga awal Juni 2026, Indoritel menyatakan belum menjalin komunikasi formal ataupun rencana penjajakan kerja sama strategis yang bersifat material dengan pihak pengelola KDMP. Namun, Perseroan membuka diri untuk menyampaikan keterbukaan informasi di kemudian hari jika terdapat perkembangan bisnis yang signifikan sesuai regulasi pasar modal yang berlaku. Melihat proyeksi jangka menengah dan panjang, pemilik portofolio investasi ritel ini mengaku akan tetap menjalankan ekspansi secara hati-hati (prudent) dan adaptif. Strategi mitigasi di area rural atau pedesaan akan terus disesuaikan secara berkala dengan cara menjaga kualitas layanan dan memastikan ketersediaan produk bagi konsumen.
"Rencana jangka panjang Perseroan adalah terus mencermati peluang investasi dan pengembangan layanan yang sejalan dengan industri, dengan tetap memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) serta kondisi perekonomian makro," tutup Kiki. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
