BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    IMPOR MINYAK SAWIT INDIA TURUN KE LEVEL TERENDAH DELAPAN BULAN

    Kategori

    Komoditi

    Terbit Pada

    13 January 2026

    01254902

    IQPlus, (13/1) - Impor minyak sawit India turun ke level terendah delapan bulan pada bulan Desember, karena para penyuling meningkatkan pembelian minyak saingan seperti minyak kedelai dan minyak bunga matahari di tengah melemahnya permintaan musiman selama bulan-bulan musim dingin, kata sebuah badan perdagangan terkemuka pada hari Selasa.

    Penurunan impor minyak sawit oleh India, pembeli minyak nabati terbesar di dunia, dapat meningkatkan persediaan di produsen utama Indonesia dan Malaysia, yang akan menekan harga acuan berjangka minyak sawit Malaysia, sementara memberikan dukungan kepada harga berjangka minyak kedelai AS.

    Impor minyak sawit India pada bulan Desember turun sekitar 20% dari bulan sebelumnya menjadi 507.204 metrik ton, terendah sejak April 2025, menurut Asosiasi Ekstraktor Pelarut India (SEA) yang berbasis di Mumbai dalam sebuah pernyataan.

    India mengimpor rata-rata sekitar 632.000 ton minyak sawit setiap bulan selama tahun pemasaran yang berakhir pada Oktober 2025, menurut SEA.

    Impor minyak kedelai naik 36% menjadi 505.112 ton pada bulan Desember, tertinggi dalam tiga bulan, dan impor minyak bunga matahari naik sekitar 145% ke level tertinggi 17 bulan yaitu 349.929 ton, kata SEA.

    Total impor minyak nabati meningkat 17% menjadi 1,38 juta ton, tambah pernyataan itu.

    Impor minyak sawit India pada bulan Desember turun sekitar 20% dari bulan sebelumnya menjadi 507.204 metrik ton, terendah sejak April 2025, menurut Asosiasi Ekstraktor Pelarut India (SEA) yang berbasis di Mumbai dalam sebuah pernyataan.

    India mengimpor rata-rata sekitar 632.000 ton minyak sawit setiap bulan selama tahun pemasaran yang berakhir pada Oktober 2025, menurut SEA.

    Impor minyak kedelai naik 36% menjadi 505.112 ton pada bulan Desember, tertinggi dalam tiga bulan, dan impor minyak bunga matahari naik sekitar 145% ke level tertinggi 17 bulan yaitu 349.929 ton, kata SEA. (end/Reuters)