BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    HARGA MINYAK BRENT SUDAH LAMPUAI $110 PER BAREL

    Kategori

    Komoditi

    Terbit Pada

    28 April 2026

    11755563

    IQPlus, (28/4) - Harga minyak naik hampir 2 persen pada hari Selasa (28 April), memperpanjang kenaikan dari sesi sebelumnya. Hal ini terjadi karena upaya untuk mengakhiri perang AS-Iran tampaknya terhenti, dengan jalur air penting Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup, sehingga pasokan energi dari wilayah penghasil minyak utama di Timur Tengah tersebut tidak dapat dijangkau oleh pembeli global.

    Presiden AS Donald Trump tidak senang dengan proposal terbaru Iran yang bertujuan untuk mengakhiri perang, kata seorang pejabat AS pada hari Senin. Sumber-sumber Iran mengungkapkan pada hari Senin bahwa proposal Teheran menghindari pembahasan program nuklirnya sampai permusuhan berhenti dan sengketa pelayaran di Teluk diselesaikan.

    Ketidakpuasan Trump terhadap tawaran Iran membuat konflik tersebut buntu, dengan Iran menutup arus pelayaran melalui Selat Hormuz, yang biasanya membawa pasokan sekitar 20 persen dari konsumsi minyak dan gas global, dan AS tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

    Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk Juni naik US$2,32, atau 2,1 persen, menjadi US$110,55 per barel pada pukul 06.38 GMT, setelah naik 2,8 persen pada sesi sebelumnya ke penutupan tertinggi sejak 7 April. Kontrak tersebut naik selama tujuh hari berturut-turut.

    Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk Juni naik US$1,80, atau 1,9 persen, menjadi US$98,17 per barel, setelah naik 2,1 persen pada sesi sebelumnya. Putaran negosiasi sebelumnya antara AS dan Iran gagal pekan lalu setelah pembicaraan tatap muka yang tidak berhasil.

    "Pembicaraan seputar "perdamaian" masih tampak dangkal dan kurang bukti konkret de-eskalasi. Terlepas dari retorika, pergerakan kapal melalui Selat Hormuz tetap dibatasi, dan gangguan berkepanjangan itulah yang membuat premi risiko minyak tetap tinggi," kata analis pasar senior Phillip Nova, Priyanka Sachdeva. (end/Reuters)