HARGA MINYAK NAIK PADA PERDAGANGAN RABU PAGI
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
12 August 2026
22329312
IQPlus, (12/8) - Harga minyak naik pada Rabu pagi karena keraguan mengenai kesepakatan damai AS-Iran dan serangan terhadap dua kapal memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan di Timur Tengah, meskipun data industri menunjukkan peningkatan cadangan minyak mentah AS.
Kontrak berjangka Brent naik 72 sen, atau 0,81%, menjadi $89,63 per barel pada pukul 00.53 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 71 sen, atau 0,85%, menjadi $83,91.
Kedua kontrak acuan tersebut ditutup dengan kenaikan lebih dari $1 pada hari Selasa, mencatatkan harga penutupan tertinggi sejak 31 Juli dan melanjutkan tren kenaikan setelah melonjak sekitar 5% pada hari Senin akibat memudarnya harapan akan kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Amerika Serikat dan kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran melaporkan adanya serangan terpisah terhadap pelayaran di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb pada hari Selasa.
Pejabat tinggi keamanan Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan pada hari Selasa bahwa jalur pelayaran vital Selat Hormuz akan tetap ditutup kecuali AS menerima syarat-syarat Iran untuk mengakhiri perang, termasuk pelepasan aset Iran yang dibekukan dan penghentian konflik lain di kawasan tersebut.
Data pelayaran menunjukkan bahwa lalu lintas kapal yang melewati Selat Hormuz turun menjadi enam kapal pada hari Senin, dibandingkan dengan rata-rata 10 hari yang berkisar di angka 11 kapal. Sebelum perang, lalu lintas harian di jalur perairan tersebut rata-rata mencapai 125 hingga 140 kapal.
Dari sisi pasokan, jajak pendapat Reuters pada hari Selasa menunjukkan perkiraan penurunan cadangan minyak mentah dan bahan bakar AS pada pekan lalu.
Namun, sumber pasar yang mengutip data American Petroleum Institute menyatakan bahwa cadangan minyak mentah AS melonjak tajam pada pekan yang berakhir 7 Agustus, sementara stok bensin dan distilat mengalami penurunan.
Menurut sumber-sumber tersebut, stok minyak mentah naik sekitar 9,1 juta barel, sementara persediaan bensin dan distilat masing-masing turun sebesar 1,5 juta barel dan 596.000 barel dibandingkan pekan sebelumnya.
Peningkatan stok minyak mentah ini jauh melampaui perkiraan dan, jika dikonfirmasi oleh laporan EIA pada hari Rabu nanti, dapat meredakan kekhawatiran pasar mengenai ketatnya pasokan, demikian dinyatakan Haitong Futures dalam sebuah catatan.
Angka resmi dari EIA badan statistik di bawah Departemen Energi AS dijadwalkan akan dirilis pada pukul 10.30 pagi waktu setempat (14.30 GMT) hari Rabu. (end/Reuters)
Riset Terkait
Berita Terkait
