MENTAN PAPARKAN PERUBAHAN POSISI INDONESIA DI PASAR BERAS GLOBAL
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
22 September 2026
26449750
IQPlus, (22/9) - - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memaparkan perubahan posisi Indonesia di pasar beras global setelah mengimpor beras dalam jumlah besar pada 2023-2024 sebelum pemerintah menyatakan mencapai swasembada pada 2025.
Amran menjelaskan perubahan posisi tersebut saat menjawab terkait dampak masuknya beras secara ilegal terhadap tata niaga pangan dan petani dalam konferensi pers penindakan impor ilegal beras, garam, dan balpres di Jakarta, Selasa.
"Kita importir terbesar di 2023-2024, importir terbesar beras dunia, yaitu 7 juta ton. Alhamdulillah 2025 tidak ada impor. Alhamdulillah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden, Bapak Prabowo, kita diminta swasembada 4 tahun, tapi kita raih dalam waktu 1 tahun, dan ini adalah tercepat sepanjang sejarah," kata Amran.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat volume impor beras Indonesia mencapai 3,06 juta ton pada 2023 dan sekitar 4,52 juta ton pada 2024. Dengan demikian, total impor beras Indonesia selama dua tahun tersebut mencapai sekitar 7,58 juta ton.
Amran kemudian menyoroti dinamika harga beras di pasar internasional dalam periode ketika posisi Indonesia mulai berubah dari negara pengimpor beras dalam jumlah besar.
"Karena tidak ada impor, pasti negara-negara eksportir beras dunia, Thailand, Vietnam, India, Pakistan, dan lain-lain, itu petaninya tertekan," ujar dia. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
