BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

KINERJA DUNIA USAHA DI BALI TUMBUH MENGUAT PER JUNI 2026

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

12 August 2026

22340124

IQPlus, (12/8) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mengungkapkan kinerja dunia usaha utama mencakup pariwisata dan konstruksi tumbuh menguat per Juni 2026 karena didorong liburan sekolah setelah pada Maret 2026 mengalami kontraksi.

"Musim liburan sekolah menjadi salah satu pendorong kunci karena diiringi kenaikan wisatawan," kata Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani di Denpasar, Bali, Rabu.

Ia menjelaskan hasil tersebut didapatkan berdasarkan survei kegiatan dunia usaha pada triwulan II-2026 (April-Juni) yang terlihat dari nilai saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 49,32 persen, naik dari 16,05 pada tiga bulan sebelumnya.

Menurut dia, kenaikan kinerja pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum atau sektor pariwisata dari minus 8,32 persen pada triwulan I 2026 menjadi 14,62 persen.

Begitu juga lapangan usaha konstruksi dari minus 2,22 persen menjadi 6,66 persen per Juni 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 18,41 persen dari 1,46 juta menjadi 1,73 juta orang.

Sedangkan sektor konstruksi meningkat dipicu jumlah proyek di Bali pada triwulan II-2026 yang didorong oleh bertambahnya proyek bangunan komersial yang terkait sektor pariwisata seperti hotel, vila, dan fasilitas wisata.

Di sisi lain, kinerja sektor jasa keuangan juga menggeliat karena aktivitas ekonomi yang dipengaruhi musim puncak liburan sekolah dan juga meningkatnya penyaluran kredit, kuatnya kinerja perbankan, bertambahnya transaksi keuangan digital, serta meningkatnya kebutuhan layanan keuangan akibat aktivitas ekonomi yang semakin tinggi.

Sementara itu, perwakilan bank sentral itu juga memprakirakan melalui survei bahwa kegiatan usaha pada Juli-September 2026 juga meningkat.

Peningkatan kinerja diprakirakan terjadi pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan karena didorong oleh meningkatnya volume produksi/panen pada komoditi padi, daging dan telur ayam, serta kelapa.

Kemudian masih dari sektor penyediaan akomodasi dan makan minum serta dari sektor informasi dan komunikasi, dan jasa pendidikan. (end/ant)