BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

DONGKRAK LIKUIDITAS, PRODIA (PRDA) SIAP STOCK SPLIT 1:5

Terbit Pada

15 October 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 09-07-2026, 03:01:pm

28755600

IQPlus, (15/10) - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mengumumkan rencana aksi korporasi berupa pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:5. Kebijakan ini ditempuh perseroan guna meningkatkan keterjangkauan harga saham bagi investor, memperluas basis partisipasi investor ritel, serta mendongkrak likuiditas dan frekuensi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis di Jakarta, Rabu (15/10/2026), pemecahan saham ini akan mengubah nilai nominal saham dari sebelumnya Rp100 per saham menjadi Rp20 per saham. Dengan rasio 1:5, jumlah saham biasa atas nama yang dikeluarkan perseroan akan meningkat dari semula 937.500.000 (937,5 juta) saham menjadi 4.687.500.000 (4,68 miliar) saham.

Manajemen Prodia memastikan bahwa pelaksanaan stock split ini tidak akan mengubah struktur modal dasar, modal ditempatkan, dan disetor perseroan. Selain itu, aksi korporasi ini tidak akan mengubah hak atau nilai kepemilikan saham para pemegang saham, karena jumlah dan harga saham disesuaikan secara proporsional sesuai rasio yang berlaku.

Sebelumnya, perseroan telah mengantongi persetujuan prinsip dari BEI melalui surat nomor S-12795/BEI.PP2/10-2026 pada tanggal 7 Oktober 2026. Rencana aksi korporasi ini selanjutnya memerlukan persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). RUPSLB tersebut rencananya akan diselenggarakan pada Senin, 23 November 2026. Adapun pemegang saham yang berhak hadir atau diwakili dalam RUPSLB adalah mereka yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan pada penutupan perdagangan bursa tanggal 29 Oktober 2026.

Selain rencana stock split, Prodia saat ini juga tengah menjalankan program pembelian kembali saham (buyback) akibat kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan, berdasarkan Surat OJK No. S-10/D.04/2026 tertanggal 13 Maret 2026. Periode buyback tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 19 November 2026, mendahului pelaksanaan RUPSLB agenda stock split. Manajemen memastikan aksi buyback ini tidak akan melebihi 20% dari modal disetor dengan tetap memperhatikan ketentuan free float yang berlaku.

Sebagai informasi, bahwa setelah RUPSLB, perseroan akan mengajukan permohonan pencatatan saham tambahan ke BEI pada 7 Desember 2026 dan merilis keterbukaan informasi pelaksanaan stock split pada 14 Desember 2026. Perdagangan saham dengan nilai nominal lama di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi berakhir pada 17 Desember 2026, sebelum secara resmi mulai diperdagangkan dengan nilai nominal baru pada 18 Desember 2026. Seluruh tahapan jadwal ini bersifat tentatif dan dapat berubah sesuai dinamika penerbitan persetujuan prinsip serta pencatatan dari BEI. (end)