Terakhir diperbarui: 04-03-2026, 07:12
Americas
Ekspektasi inflasi AS tetap di 3,2% untuk satu tahun ke depan, harga komoditas diproyeksi naik. Survei Federal Reserve Bank of New York menunjukkan median ekspektasi inflasi AS untuk satu tahun ke depan stabil di 3,2% pada November 2025, sementara proyeksi tiga dan lima tahun tetap di 3,0%. Ketidakpastian inflasi tidak berubah untuk horizon satu dan tiga tahun, dan menurun untuk lima tahun. Ekspektasi kenaikan harga rumah juga bertahan di 3,0% selama enam bulan berturut-turut. Namun, proyeksi harga komoditas meningkat: makanan 5,9%, gas 4,1%, layanan medis melonjak ke 10,1% (tertinggi sejak 2014), pendidikan 8,4%, dan sewa 8,3%.
Yield Treasury AS naik mendekati 4,2% di tengah kekhawatiran arah kebijakan Fed. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bergerak menuju 4,2%, tertinggi sejak awal September, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap sikap hati-hati The Fed menjelang 2026. Meski pemangkasan suku bunga pekan ini sudah diantisipasi, inflasi yang tetap tinggi memperkuat ekspektasi bahwa langkah pelonggaran akan dilakukan secara gradual. Yield 30 tahun juga naik ke 4,8%, level tertinggi tiga bulan. Data kepercayaan konsumen yang sedikit membaik kontras dengan pelemahan pasar tenaga kerja, sementara dinamika politik menambah ketidakpastian terkait calon Ketua Fed yang dinilai berpotensi mendorong pelonggaran lebih agresif.
Europe
Produksi industri Jerman naik 1,8% MoM di Oktober, tertinggi sejak Maret. Output industri Jerman melonjak 1,8% MoM pada Oktober, menguat dari revisi 1,1% di bulan sebelumnya dan jauh melampaui ekspektasi penurunan 0,4%. Kenaikan didorong oleh produksi peralatan pemrosesan data, produk elektronik dan optik (+3,9%) serta mesin (+2,8%), meski sektor otomotif turun 1,3%. Produksi energi naik 1,4% dan konstruksi tumbuh 3,3%, sementara output barang modal dan konsumsi masing-masing naik 2,1%. Secara YoY, produksi industri berbalik naik 0,8% setelah turun 1,4% di September.
Yield obligasi Eropa dan Inggris naik di tengah sinyal hawkish ECB dan tren global. Imbal Yield Eropa dan Inggris naik seiring ekspektasi kebijakan ketat Imbal hasil OAT Prancis dan BTP Italia mendekati 3,5%, sementara Bund Jerman menembus 2,8% di tengah sinyal hawkish ECB dan ketidakpastian fiskal. Inggris mencatat gilt 10 tahun di atas 4,5% setelah data gaji menguat, meski pasar masih menilai peluang pemangkasan suku bunga BoE sebesar 84%. Tren global turut mengangkat yield, termasuk obligasi Jepang yang mendekati level tertinggi multi-tahun menjelang potensi kenaikan suku bunga BoJ.
Asia
Gempa 7,6 SR melanda Jepang dan PDB Q3 turun 0,6% QoQ. Jepang diguncang gempa 7,6 SR di lepas pantai Aomori pada Senin malam, memicu peringatan tsunami hingga 3 meter dan evakuasi 90.000 warga, meski kerusakan besar belum dilaporkan dan yen sempat melemah ke JPY155,81/USD. Di sisi ekonomi, PDB Q3 2025 menyusut 0,6% QoQ, kontraksi pertama sejak awal 2024, lebih dalam dari estimasi -0,4%, akibat belanja bisnis turun 0,2% dan ekspor anjlok 1,2% setelah tarif 15% AS, sementara konsumsi dan belanja pemerintah hanya naik tipis.
Yield obligasi Asia naik di tengah prospek kebijakan moneter yang lebih ketat. Imbal hasil obligasi Tiongkok tenor 10 tahun mencapai 1,86%, tertinggi dua bulan, didorong surplus perdagangan yang melebar ke USD111,7 miliar dan ekspor naik 5,9% YoY, memperkuat keyakinan target pertumbuhan 5% tercapai. Di Australia, yield pemerintah naik ke 4,71% menjelang keputusan RBA, dengan pasar menilai peluang kenaikan suku bunga pada 2026 setelah data inflasi dan belanja kuat. Sementara itu, yield JGB Jepang melonjak ke level tertinggi sejak 2007, dengan 10 tahun di 1,955% dan 30 tahun di 3,38%, seiring ekspektasi 80% kenaikan suku bunga 25 bps pada pertemuan BOJ 18–19 Desember, yang akan menjadi kenaikan pertama sejak Januari.
