bonds

    Fixed Income Daily Notes 8 April 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    08 April 2026 - 08.40am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 8 April 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 01-05-2026, 02:23

    Americas

    Trump tunda serangan ke Iran dua pekan. Presiden AS Donald Trump menunda ancaman serangan terhadap infrastruktur sipil Iran selama dua minggu setelah negosiasi gencatan senjata mendekati kesepakatan yang mensyaratkan dibukanya Selat Hormuz secara penuh dan aman. Trump menyebut AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar negosiasi. Namun, ketidakpastian masih menyelimuti keberlanjutan gencatan senjata, kepatuhan Israel, serta validitas komitmen pembukaan Selat Hormuz, mengingat pola tarik‑ulur kebijakan Trump.

    Sentimen konsumen AS melemah di tengah lonjakan ekspektasi inflasi. Indeks Economic Optimism RealClearMarkets/TIPP turun tajam ke 42,8 pada April 2026, terendah sejak Juni 2024 dan delapan bulan berturut‑turut di bawah level netral 50, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran atas perang Timur Tengah dan kenaikan harga bensin. Outlook ekonomi enam bulan ke depan merosot signifikan, disertai melemahnya pandangan atas kondisi keuangan pribadi dan kepercayaan terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.

    Yield Treasury turun ke level terendah hampir tiga pekan. Imbal hasil US Treasury 10 tahun melemah ke sekitar 4,3% pada Selasa, mendekati level terendah dalam hampir tiga minggu, seiring arus safe‑haven di tengah penundaan serangan AS ke Iran selama 2 pekan dan menerima proposal negosiasi dari Iran untuk gencatan senjata. Di sisi lain, kekhawatiran inflasi tetap tinggi dengan proyeksi lonjakan CPI Maret akibat guncangan pasokan energi, sehingga pasar kini menanti rilis data inflasi AS untuk mengukur besarnya tekanan harga lanjutan.

     

    Europe

    PMI komposit Zona Euro melemah di tengah tekanan energi. S&P Global Eurozone Composite PMI direvisi naik tipis ke 50,7 pada Maret 2026, namun tetap lebih rendah dari Februari dan menjadi ekspansi terlemah sejak Juni 2025. Perlambatan ini dipicu lonjakan harga energi, gangguan rantai pasok, gejolak pasar keuangan, dan melemahnya permintaan akibat perang di Timur Tengah. Aktivitas jasa stagnan sementara output manufaktur relatif bertahan dan pemangkasan tenaga kerja meningkat ke level tertinggi 13 bulan. Pada saat yang sama, tekanan inflasi menguat dengan biaya input mencapai puncak tiga tahun diikuti penurunan kepercayaan bisnis ke level terendah hampir setahun.

      

    Yield obligasi Eropa naik pasca libur Easter di tengah eskalasi risiko energi. Yield OAT Prancis 10 tahun naik menuju 3,8%, BTP Italia mendekati 4%, dan Bund Jerman ke sekitar 3,1% setelah pasar Eropa kembali dibuka pascalibur Easter, seiring sikap wait‑and‑see investor terkait tensi geopolitik. Pelaku pasar kini memproyeksikan hingga tiga kenaikan suku bunga ECB pada 2026. Pernyataan anggota Governing Council ECB Pierre Wunsch yang membuka peluang kenaikan suku bunga berulang kian menambah tekanan pada obligasi kawasan.

    Asia

    Cadangan devisa China turun tajam akibat penguatan dolar AS. Cadangan devisa China turun USD85,7 miliar menjadi USD3,342 triliun pada Maret 2026, penurunan bulanan terdalam dalam satu dekade, seiring lonjakan dolar AS akibat eskalasi konflik Timur Tengah yang menekan valuasi aset global. Penguatan dolar menurunkan nilai kepemilikan obligasi AS, emas, dan aset valas lainnya dalam denominasi dolar.

    Yield Jepang dan Australia turun seiring meredanya risiko geopolitik. Yield JGB Jepang 10 tahun melemah dari level tertinggi tiga dekade ke kisaran 2,4% setelah sinyal gencatan senjata sementara Iran–AS membantu meredakan kekhawatiran lonjakan harga energi, meski ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ bulan ini masih tinggi. Di Australia, yield obligasi 10 tahun juga terkoreksi dari puncak multi‑dekade seiring penurunan premi risiko energi akibat prospek pembukaan Selat Hormuz, sementara pasar tetap mencermati arah kebijakan RBA.