Latest update: 01-07-2026, 18:48
Americas
Pasar keuangan di US tutup, merayakan hari libur Thanksgiving.
DXY menuju penurunan mingguan terdalam dalam 4 bulan, yen menguat tipis. Indeks dolar AS (DXY) turun 0,60% secara mingguan, menuju pelemahan terbesar sejak Juli, di tengah ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut dan tekanan politik untuk pemangkasan suku bunga. Likuiditas menipis akibat libur Thanksgiving memperbesar volatilitas, sementara yen menguat 0,10% ke JPY156,33/USD didukung nada hawkish BOJ. Euro melemah 0,05% ke USD1,1596 setelah sempat menyentuh level tertinggi 1,5 minggu, dengan pasar memantau negosiasi damai Ukraina.
Europe
Sentimen ekonomi zona euro naik ke level tertinggi sejak April 2023. Indeks Eurozone Economic Sentiment Indicator (ESI) Zona Euro naik tipis ke 97,0 di November dari 96,8, tertinggi sejak April 2023 namun masih di bawah rata-rata jangka panjang. Keyakinan menguat di sektor jasa, ritel, dan konstruksi, sementara manufaktur melemah dan konsumen tetap lemah di -14,2. Ekspektasi inflasi konsumen naik ke 23,1 dan harga jual produsen ke 9,9.
ECB tegaskan suku bunga tetap sesuai, sinyal akhir siklus pemangkasan Risalah rapat ECB 29–30 Oktober menunjukkan mayoritas pembuat kebijakan menilai suku bunga saat ini “sudah tepat” di tengah ketidakpastian, dengan beberapa anggota menyebut pelonggaran tambahan mungkin tidak diperlukan. Dewan menekankan inflasi mendekati target dan ekonomi tetap tangguh, sementara risiko inflasi dua arah. Tingkat deposito 2% dinilai cukup kuat untuk menghadapi potensi guncangan. Sebagian anggota menyatakan siklus pemangkasan suku bunga bisa saja berakhir jika kondisi saat ini bertahan, meski ECB tetap membuka opsi kebijakan ke depan.
Yield Bund Jerman dan obligasi Prancis stabil jelang rilis inflasi. Imbal hasil Bund Jerman tenor 10 tahun bertahan di 2,67%, terendah sejak 12 November, sementara yield obligasi Prancis tetap di sekitar 3,4%, menjelang rilis inflasi awal dari ekonomi terbesar Eropa yang akan memberi arah kebijakan ECB. Data Jerman menunjukkan sentimen bisnis melemah, keyakinan konsumen sedikit membaik, dan PDB Q3 stagnan akibat ekspor dan konsumsi lesu, menambah kekhawatiran pertumbuhan namun tidak mengubah ekspektasi bahwa suku bunga ECB akan tetap hingga 2026. Di AS, peluang pemangkasan suku bunga Fed Desember naik di atas 80% setelah data ekonomi melemah dan komentar dovish pejabat Fed memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan.
Asia
Tokyo core CPI naik 2,8% yoy, di atas ekspektasi pasar. Inflasi inti di Tokyo untuk November tercatat 2,8% yoy, sama seperti bulan sebelumnya dan sedikit melampaui proyeksi 2,7%. Angka ini tetap di atas target 2% BOJ, memicu spekulasi kenaikan suku bunga pada Desember di tengah kekhawatiran inflasi berkelanjutan, pelemahan yen, dan berkurangnya tekanan politik untuk mempertahankan suku bunga rendah. Namun, peluang langkah tersebut masih belum pasti, dengan Gubernur BOJ Ueda menekankan pemulihan ekonomi yang moderat serta risiko dari volatilitas kebijakan perdagangan global. Data Tokyo kerap menjadi indikator awal tren harga nasional.
Produksi industri Jepang dan penjualan ritel melampaui konsensus. Produksi industri Jepang meningkat 1,4% MoM pada Oktober, mengalahkan ekspektasi penurunan 0,6% meski melambat dari kenaikan 2,6% bulan sebelumnya. Kenaikan didorong oleh lonjakan output kendaraan bermotor (6,6%) dan rebound peralatan transportasi non-motor (5,8%), sementara sektor mesin listrik dan elektronik tetap ekspansif. Secara YoY, produksi naik 1,5%, menandakan pemulihan manufaktur berlanjut. Di sisi konsumsi, penjualan ritel tumbuh 1,7% YoY, tercepat sejak Juni dan jauh di atas perkiraan 0,8%, didorong oleh kenaikan di mesin & peralatan, kosmetik, dan otomotif.
