Latest update: 02-07-2026, 03:43
Americas
Gedung Putih kaji proposal Iran, blokade Selat Hormuz tetap berlaku. Gedung Putih mengonfirmasi AS sedang menelaah proposal baru Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung delapan minggu, namun menegaskan batasan tegas bahwa Teheran tidak boleh memperoleh senjata nuklir. Proposal sementara Iran—termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai imbalan pencabutan blokade—diterima dengan kewaspadaan tinggi di Washington, dan Presiden AS Donald Trump mengindikasikan blokade akan tetap diberlakukan hingga isu nuklir diselesaikan.
Aktivitas manufaktur Texas melemah, tekanan harga naik tajam. Indeks aktivitas manufaktur Texas turun ke -2,3 pada April 2026 dari -0,2, menandakan kondisi usaha sedikit memburuk, meski indeks outlook perusahaan berbalik positif dan ketidakpastian menurun. Kondisi tenaga kerja relatif stabil namun tekanan harga meningkat signifikan. Ke depan, ekspektasi aktivitas enam bulan mendatang membaik, menunjukkan pelaku usaha masih melihat peluang perbaikan meski biaya input tetap menjadi risiko utama.
Yield US Treasury bertahan tinggi di tengah progres negosiasi AS–Iran. UST yield 10 tahun bergerak stabil di sekitar 4,32%, mempertahankan kenaikan pekan lalu seiring pasar bersikap hati‑hati terhadap eskalasi konflik Timur Tengah dan mandeknya perundingan damai AS–Iran. Lonjakan harga minyak akibat Selat Hormuz yang masih efektif tertutup kembali memicu kekhawatiran inflasi, memperkuat pandangan bahwa suku bunga global berpotensi bertahan tinggi lebih lama. Di sisi kebijakan, The Fed diperkirakan menahan suku bunga pada pertemuan tengah pekan ini, yang bisa menjadi pertemuan terakhir Jerome Powell sebagai ketua sebelum transisi ke Kevin Warsh.
Europe
Sentimen belanja UK dan Jerman memburuk tajam di tengah tekanan energi. Indikator volume penjualan ritel CBI Inggris anjlok ke -68 pada April 2026, terendah sejak seri dimulai 1983 dan outlook Mei yang makin pesimistis di -60, menandakan tekanan kuat pada konsumsi di tengah kekhawatiran inflasi. Di Jerman, indeks GfK Consumer Climate turun ke level terlemah sejak Februari 2023, dipicu jatuhnya ekspektasi pendapatan dan melemahnya niat belanja besar, sementara kecenderungan menabung tetap tinggi, menunjukkan rumah tangga makin defensif akibat lonjakan biaya energi.
Yield obligasi Eropa melonjak, dipicu energi dan risiko geopolitik. Imbal hasil UK 10‑year gilt naik mendekati level krisis 2008 dan Bund Jerman bertahan di atas 3% seiring lonjakan harga minyak akibat Selat Hormuz yang masih terganggu dan kebuntuan negosiasi AS–Iran. Tekanan inflasi energi membuat pasar makin agresif mem‑price in pengetatan kebijakan BoE dan ECB, sementara sentimen melemah karena data kepercayaan konsumen Jerman yang turun dan pelaku pasar bersiap menghadapi rilis inflasi serta PDB Zona Euro.
Asia
Pengangguran Jepang naik tipis, sentimen manufaktur Korsel membaik. Tingkat pengangguran Jepang naik ke 2,7% pada Maret 2026 dari 2,6% disertai kenaikan jumlah penganggur dan penurunan jumlah pekerja, sementara rasio jobs-to-applicants turun tipis ke 1,18 yang menandakan kondisi pasar kerja sedikit melemah. Di Korea Selatan, indeks sentimen bisnis manufaktur (BSI) naik ke 74 pada April dari 71, level tertinggi sejak pertengahan 2024, didukung perbaikan pesanan baru dan penurunan persediaan.
Yield Jepang dan Australia masih di level tertinggi dalam dekade. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik ke sekitar 2,47% jelang keputusan BOJ yang diperkirakan menahan suku bunga, meski tekanan inflasi mulai meningkat akibat lonjakan harga energi dari konflik Iran dan yen melemah. Yield obligasi Australia juga masih di level tertinggi dalam beberapa tahun, pasar menanti rilis CPI Maret yang diperkirakan 4,7% YoY, menjaga risiko inflasi tinggi dan memperkuat peluang kenaikan suku bunga RBA 25 bps pada Mei.
