BCA Sekuritas

bonds

Fixed Income Daily Notes 27 January 2026

Company

Fixed Income

Published On

27 January 2026 - 08.00am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 27 January 2026

View

Latest update: 02-07-2026, 01:08

Americas

Harga gas alam AS ke level tertinggi sejak 2022 akibat gangguan produksi. Harfa gas alam AS naik di atas USD 6,6 per MMBtu (terkuat sejak Desember 2022) setelah cuaca ekstrem membatasi pasokan dan mendorong lonjakan permintaan energi. Produksi turun hampir 10% dengan output harian sempat jatuh ke sekitar 92,6 bcfd, terendah dua tahun, terutama akibat pembekuan sumur di Texas dan Louisiana. Di saat yang sama, aliran gas ke fasilitas LNG AS menyusut ke titik terendah dalam setahun, memperketat pasar lebih jauh. Dengan gangguan produksi normal, risiko kenaikan harga lanjutan tetap terbuka.

UST 10 tahun turun ke level terendah dua pekan jelang FOMC. Yield Treasury AS 10 tahun turun di bawah 4,22% akibat kekhawatiran potensi government shutdown menyusul ancaman Demokrat memblokir paket pendanaan USD 1,2 triliun, sementara pasar menanti keputusan kebijakan pertama The Fed tahun ini yang diperkirakan tetap menahan suku bunga. Spekulasi mengenai nama Ketua The Fed berikutnya juga menambah ketidakpastian pasar. Di sisi mata uang, indeks dolar melemah ke sekitar 97, terendah lebih dari empat bulan, didorong berlanjutnya “sell America trade” dan dugaan koordinasi intervensi FX AS–Jepang untuk menahan pelemahan yen dan memberi tambahan tekanan pada greenback.

 

Europe

PMI komposit Zona Euro stabil di tengah dorongan manufaktur. Aktivitas bisnis Zona Euro bertahan di 51,5 pada Januari, tidak berubah dari bulan sebelumnya dan sedikit di bawah ekspektasi, menandakan fase stabilisasi sementara. Sektor jasa tetap menjadi penopang meski melambat, sementara manufaktur kembali tumbuh dengan kenaikan produksi. Tekanan biaya input naik ke level tertinggi dalam hampir setahun, mendorong percepatan output charges ke laju tercepat sejak April 2024. Sentimen bisnis menguat ke level tertinggi dalam 20 bulan, didorong meningkatnya optimisme pelaku manufaktur.

Yield Eropa turun serempak di tengah tekanan geopolitik.  Yield obligasi Eropa kompak melemah, dipimpin gilt Inggris 10 tahun yang turun di bawah 4,5% seiring meredanya tensi politik domestik dan meningkatnya risiko global setelah ancaman tarif 100% dari AS terhadap Kanada. Bund Jerman 10 tahun ikut turun menuju 2,87% karena sentimen bisnis stagnan dan pasar menunggu rilis inflasi serta GDP kuartal IV. Pergerakan serupa terlihat pada OAT Prancis yang merosot ke 3,44% usai pemerintah lolos dua mosi tidak percaya terkait anggaran 2026. Secara keseluruhan, pasar obligasi Eropa ditekan oleh kombinasi ketidakpastian geopolitik, ancaman tarif dari AS, dan fokus investor pada keputusan The Fed serta potensi pengganti Jerome Powell yang dinilai lebih dovish.

Asia

AS naikkan tarif Korea Selatan sementara sentimen bisnis Korsel membaik. Presiden Donald Trump menaikkan tarif impor Korea Selatan menjadi 25% dari 15% untuk berbagai produk (otomotif, kayu, dan farmasi) meski waktu berlakunya belum dipastikan dan bertolak belakang dengan kesepakatan Juli yang sebelumnya menahan kenaikan tarif. Di sisi lain, indikator domestik Korsel menunjukkan perbaikan: Business Survey Index manufaktur naik ke 73 dari 70, didukung kenaikan produksi dan pesanan baru, sementara Economic Sentiment Index meningkat ke 94,0, mencerminkan pemulihan kepercayaan ekonomi secara bertahap.

Yield Jepang dan China turun di tengah tekanan politik dan kebijakan. Yield JGB 10 tahun turun ke sekitar 2,23% seiring melemahnya dukungan publik untuk PM Takaichi menjelang pemilu awal Februari, sementara BOJ tetap menahan suku bunga di 0,75% dan mempertahankan opsi kenaikan lanjutan. Yen menguat di tengah spekulasi intervensi bersama AS–Jepang. Di China, yield obligasi 10 tahun turun di bawah 1,83% didorong meningkatnya permintaan terhadap obligasi yuan offshore setelah kebijakan pendalaman pasar Hong Kong, meski penerbitan ultra‑long obligasi domestik menambah tekanan harga. Pasar kini menanti rilis PMI serta perkembangan risiko tarif AS terhadap Kanada.