BCA Sekuritas

bonds

Fixed Income Daily Notes 27 April 2026

Company

Fixed Income

Published On

27 April 2026 - 08.16am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 27 April 2026

View

Latest update: 01-07-2026, 22:16

Americas

Minyak melonjak dan emas tertekan akibat mandeknya perundingan AS–Iran. Harga WTI naik kembali ke atas USD96 per barel seiring Selat Hormuz masih efektif tertutup dan pembicaraan damai AS–Iran dihentikan, membuat tekanan pasokan energi bertahan dan memperburuk prospek inflasi global. Di sisi lain, emas turun ke bawah USD4.700/ons, dibebani penguatan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama akibat guncangan energi terbesar yang pernah tercatat menurut IEA, dengan normalisasi aliran minyak diperkirakan memakan waktu berbulan‑bulan meski jalur pelayaran kembali dibuka.

Revisi sentimen konsumen AS naik namun tetap rekor terendah. Indeks Consumer Sentiment University of Michigan direvisi naik menjadi 49,8 pada April 2026 dari estimasi awal 47,6, namun tetap menjadi level terendah sepanjang sejarah survei, mencerminkan dampak konflik Iran yang masih menekan persepsi rumah tangga lewat guncangan harga energi dan biaya hidup. Ekspektasi inflasi setahun ke depan naik tajam ke 4,7% (dari 3,8% pada Maret), sementara ekspektasi inflasi jangka panjang naik ke 3,5%, tertinggi sejak Oktober 2025.

Yield US Treasury bergerak stabil di tengah harapan terobosan diplomatik. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,32% seiring pasar memantau perkembangan terbaru konflik AS–Iran, setelah muncul laporan potensi terobosan perundingan di Islamabad dan perpanjangan gencatan senjata di Lebanon. Meski demikian, yield tetap naik sekitar 7 bps secara mingguan karena harga minyak yang bertahan tinggi akibat hampir lumpuhnya Selat Hormuz terus menambah tekanan inflasi dan mendorong pasar meninjau ulang outlook suku bunga.

 

Europe

Penjualan ritel Inggris menguat, sentimen konsumen Prancis merosot tajam. Volume penjualan ritel Inggris naik 0,7% MoM pada Maret 2026, melampaui ekspektasi, terutama ditopang pembelian BBM karena konsumen cenderung menimbun di tengah kenaikan harga energi. Sebaliknya di Prancis, indeks kepercayaan konsumen turun ke 84 pada April 2026, terendah sejak Mei 2023, dengan lonjakan tajam ekspektasi inflasi dan memburuknya pandangan rumah tangga terhadap kondisi keuangan dalam beberapa waktu ke depan.

Yield di Eropa naik di tengah inflasi energi dan ketidakpastian geopolitik. Imbal hasil obligasi di Eropa naik signifikan, dimana Gilt UK dan Bund Jerman masing-masing mencapai level tertinggi sejak 2008 dan 2011 didorong lonjakan harga minyak dan kekhawatiran inflasi akibat mandeknya kemajuan diplomasi AS–Iran yang belum menemui titik terang hingga saat ini.

Asia

Belanja fiskal China dipercepat, akses asing ke futures obligasi dibuka. Belanja fiskal China meningkat 2,6% YoY menjadi CNY 7,47 triliun pada kuartal I‑2026 untuk menopang pertumbuhan di tengah risiko global dari konflik Timur Tengah, dengan porsi belanja awal tahun mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun. Pada saat yang sama, regulator mengizinkan investor asing berkualifikasi masuk ke futures obligasi pemerintah untuk lindung nilai, guna memperluas instrumen manajemen risiko, meningkatkan daya tarik aset obligasi yuan, dan memperkuat stabilitas investasi asing di pasar obligasi.

Yield Jepang dan Australia bertahan tinggi di tengah tekanan inflasi energi. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik ke sekitar 2,44%, dipicu kenaikan inflasi yang kembali terdorong biaya energi terkait konflik Iran, meski masih di bawah target BOJ sehingga bank sentral diperkirakan menahan suku bunga pada pertemuan mendatang. Di Australia, yield 10 tahun bergerak datar di sekitar 5% dekat level tertinggi multi‑dekade, dengan pemulihan PMI domestik memberi sedikit dukungan, namun risiko inflasi energi dan kebuntuan diplomasi AS–Iran—termasuk gangguan Selat Hormuz—membuat ekspektasi kenaikan suku bunga RBA bulan depan tetap kuat.