Terakhir diperbarui: 27-01-2026, 18:22
Americas
Sentimen konsumen AS naik dua bulan beruntun di Januari. Indeks sentimen konsumen Michigan meningkat ke 56,4 dari estimasi awal 54,0 dan level Desember 52,9, menandai penguatan dua bulan berturut‑turut meski masih lebih dari 20% di bawah tahun lalu. Kenaikan bersifat cukup luas di berbagai kelompok, sementara konsumen tetap menghadapi tekanan harga dan kekhawatiran pelemahan pasar tenaga kerja. Ekspektasi inflasi satu tahun turun ke 4,0%, terendah sejak Januari 2025, sedangkan ekspektasi jangka panjang sedikit naik menjadi 3,3%.
UST 10 tahun bergerak stabil sementara dolar melemah jelang FOMC. Yield Treasury AS 10 tahun bertahan di 4,24% jelang keputusan Fed, dengan pasar memperkirakan suku bunga tetap dan pemangkasan pertama di Juni, sementara data sentimen Michigan dan PMI awal menunjukkan perlambatan pertumbuhan yang moderat. Indeks dolar turun ke 98,1 akibat ketidakpastian kebijakan AS dan ekspektasi pelonggaran Fed yang lebih agresif, diperburuk oleh langkah Presiden Trump yang bolak‑balik soal tarif Eropa. Sejumlah indikator domestik juga melemah, sementara bank sentral global seperti BOJ dan BoE mengirimkan sinyal kebijakan lebih hawkish.
Europe
PMI komposit Zona Euro stabil di tengah dorongan manufaktur. Aktivitas bisnis Zona Euro bertahan di 51,5 pada Januari, tidak berubah dari bulan sebelumnya dan sedikit di bawah ekspektasi, menandakan fase stabilisasi sementara. Sektor jasa tetap menjadi penopang meski melambat, sementara manufaktur kembali tumbuh dengan kenaikan produksi. Tekanan biaya input naik ke level tertinggi dalam hampir setahun, mendorong percepatan output charges ke laju tercepat sejak April 2024. Sentimen bisnis menguat ke level tertinggi dalam 20 bulan, didorong meningkatnya optimisme pelaku manufaktur.
Gilt Inggris menguat, sementara OAT Prancis turun dan Bund Jerman naik. Yield gilt 10 tahun Inggris naik ke 4,5% seiring berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga BoE setelah komentar hawkish dan data ekonomi yang lebih solid, sementara yield OAT Prancis 10 tahun melemah di bawah 3,5% akibat PMI yang lemah dan tekanan politik yang berlanjut. Di sisi lain, Bund Jerman 10 tahun menguat ke 2,9% didorong ekspansi PMI, pemulihan manufaktur, serta kenaikan sentimen bisnis. Pergerakan pasar juga didukung meredanya tensi dagang AS–Eropa, yang membantu menstabilkan sentimen risiko regional. Secara keseluruhan, obligasi Eropa menunjukkan dinamika yang berbeda mengikuti kondisi ekonomi domestik masing‑masing negara.
Asia
BOJ tahan suku bunga sambil naikkan proyeksi pertumbuhan. BOJ mempertahankan suku bunga acuan di 0,75% pada awal 2026 (level tertinggi sejak 1995) dengan keputusan 8–1 di mana satu anggota mendorong kenaikan lebih lanjut. Bank sentral menegaskan ruang pengetatan tetap terbuka bila prospek ekonomi dan inflasi sejalan perkiraan setelah dua kenaikan sepanjang 2025. Dalam proyeksi kuartalan, BOJ menaikkan estimasi pertumbuhan PDB 2025 ke 0,9% dan 2026 ke 1,0%, didukung kesepakatan dagang dengan AS serta stimulus domestik.
Yield JGB stabil sementara yen menguat usai keputusan BOJ. Yield JGB 10 tahun bertahan di sekitar 2,25% setelah BOJ menahan suku bunga di 0,75% dan menegaskan kesiapannya untuk lebih hawkish bila tren inflasi mendukung, dengan kekhawatiran fiskal sempat memicu lonjakan yield awal pekan akibat rencana pemilu kilat dan wacana pemotongan pajak makanan. Yen yang awalnya melemah justru menguat ke 158,1 per dolar di tengah spekulasi intervensi, sementara pasar menilai risiko pelemahan yen lanjutan jika BOJ tidak memberi sinyal kenaikan suku bunga tambahan. Pembubaran parlemen oleh PM Takaichi menambah ketidakpastian menjelang pemilu 8 Februari.
