BCA Sekuritas

bonds

Fixed Income Daily Notes 25 Maret 2026

Company

Fixed Income

Published On

25 March 2026 - 09.03am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 25 Maret 2026

View

Latest update: 01-07-2026, 18:48

Americas

PMI manufaktur AS menguat, sektor jasa distrik Richmond ikut membaik. PMI manufaktur AS naik ke 52,4 pada Maret berkat lonjakan pesanan baru dan output, meski biaya input–output meningkat dan pertumbuhan tenaga kerja melemah. Di sisi jasa, survei Richmond menunjukkan pemulihan signifikan dengan pendapatan dan permintaan kembali positif, disertai perbaikan kondisi bisnis dan kenaikan moderat pada indeks ketenagakerjaan, menandai aktivitas yang mulai pulih meski prospek tetap berhati‑hati.

UST 10Y 4,4% karena risiko inflasi dan pelebaran defisit AS meningkat.
Yield Treasury AS 10Y naik melampaui 4,4%, level tertinggi delapan bulan, terdorong kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak–gas serta prospek defisit fiskal yang melebar seiring peningkatan pendanaan militer di tengah perang Timur Tengah. Eskalasi konflik, memicu kenaikan harga energi setelah data PPI sebelumnya sudah menandai tekanan harga yang meningkat. Di sisi fiskal, dorongan belanja ekspansif membuat lelang US Treasury tenor 2 tahun mencatat tail 1,8 bps dengan porsi yang harus diserap primary dealers mencapai 24,12%, menandakan melemahnya demand untuk surat utang jangka pendek.

 

Europe

PMI Komposit Zona Euro turun, manufaktur naik. PMI Komposit Zona Euro melemah ke 50,5 pada Maret, pertumbuhan paling tipis dalam 10 bulan, karena permintaan baru kembali turun, jasa hampir stagnan, dan kepercayaan bisnis jatuh mendekati level terlemah setahun akibat konflik Iran. Tekanan biaya meningkat tajam dan waktu pengiriman pemasok mengalami penundaan terparah dalam lebih dari 3,5 tahun. Di sisi lain, PMI manufaktur justru naik ke 51,4 berkat kenaikan pesanan baru dan pulihnya aktivitas pembelian, meski stok input dan barang jadi terus menurun serta tekanan harga makin kuat, membuat prospek bisnis tetap berhati‑hati.

  

Yield Eropa dan Inggris turun tipis dari puncaknya. Yield Bund Jerman stabil di sekitar 3% setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 2011, sementara OAT Prancis berada di 3,75% dan BTP Italia di sekitar 3,95%, dengan pasar masih dibayangi ketidakpastian konflik Iran serta PMI Zona Euro yang melemah ke titik terendah 10 bulan. Di Inggris, gilt 10Y bertahan mendekati 4,85% setelah menyentuh level tertinggi 18 tahun, terseret lemahnya PMI dan kekhawatiran inflasi akibat lonjakan energi. Meski AS menunda serangan lanjutan ke Iran karena klaim “pembicaraan positif”, Israel menyatakan tidak ada tanda gencatan senjata, sehingga risiko energi tetap tinggi dan pasar semakin mem‑price in peluang kenaikan suku bunga ECB dan BoE dalam beberapa bulan ke depan.

Asia

Sentimen konsumen Korea Selatan turun tajam. Indeks keyakinan konsumen Korea Selatan melemah ke 107,0 pada Maret dari 112,1 sebelumnya, mencerminkan penurunan penilaian terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun prospek ke depan. Persepsi atas standar hidup turun ke 94, ekspektasi masa depan ke 97, pendapatan rumah tangga ke 101, sementara rencana belanja tetap di 111. Pandangan mengenai kondisi ekonomi domestik saat ini melemah ke 86 dan ekspektasi ke depan turun ke 89, menunjukkan kepercayaan yang terpukul oleh kekhawatiran ekonomi. Ekspektasi inflasi tetap stabil dengan proyeksi 2,7% setahun ke depan, 2,6% untuk tiga tahun, dan 2,5% untuk lima tahun.

Yield Jepang turun sementara Australia naik ke level tertinggi 15 tahun.
Yield Jepang 10Y melemah ke sekitar 2,27% setelah inflasi inti Februari hanya naik 1,6%, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ dalam waktu dekat berkurang, meski lonjakan energi akibat perang Iran dapat mendorong inflasi ke depan. Sementara itu, yield Australia 10Y naik menuju 5,04%, tertinggi sejak 2011, karena pasar menilai RBA masih perlu mengetatkan kebijakan setelah kenaikan suku bunga kedua berturut‑turut dan pasar tenaga kerja tetap kuat meski pengangguran sempat naik. Pasar kini mem‑price in sekitar 65 bps pengetatan tambahan sepanjang 2026 di tengah tekanan inflasi yang meningkat dari harga energi.