bonds

Fixed Income Daily Notes 21 Jul 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

21 July 2026 - 08.15am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 21 Jul 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 27-08-2026, 03:23

Americas

Ketegangan geopolitik dan perdagangan global kembali meningkat. Pemerintahan Presiden Trump berencana mengenakan tarif 50% terhadap sejumlah produk asal Kanada, sementara konflik AS–Iran terus memanas dengan serangan militer yang berlanjut dan gangguan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz yang mendorong harga minyak bertahan di level tinggi. Kombinasi meningkatnya risiko perdagangan dan ancaman terhadap pasokan energi global ini berpotensi mempertahankan tekanan inflasi serta meningkatkan volatilitas pasar keuangan dalam jangka pendek.

Harga minyak bertahan di sekitar USD83 per barel. Harga minyak tetap berada di dekat level tertinggi dalam lima minggu terakhir setelah konflik AS–Iran memasuki fase yang lebih intens, meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah, khususnya melalui Selat Hormuz dan Laut Merah. Meski terdapat laporan mengenai upaya mediasi dan potensi gencatan senjata sementara, penurunan lalu lintas kapal di Selat Hormuz dan berlanjutnya aksi militer di kawasan masih menopang premi risiko pada harga minyak global.

Yield UST naik di tengah risiko inflasi energi dan ekspektasi The Fed yang masih ketat. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,60% setelah ketegangan AS–Iran kembali memicu kekhawatiran terhadap harga energi dan risiko inflasi, meskipun data CPI dan PPI Juni sebelumnya menunjukkan tekanan harga yang lebih moderat. Pasar masih memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun, sementara pertemuan FOMC pekan depan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini.

Europe

Aktivitas konstruksi Eurozone menunjukkan perbaikan pada Mei 2026. Output konstruksi di Eurozone tumbuh 1,2% YoY, tertinggi dalam tujuh bulan terakhir, didorong oleh percepatan aktivitas konstruksi spesialis dan pertumbuhan yang tetap solid pada sektor teknik sipil. Meski demikian, aktivitas pembangunan gedung masih tertekan dengan kontraksi 6,6% YoY, menunjukkan pemulihan sektor konstruksi kawasan belum berlangsung merata di seluruh subsektor.

Yield obligasi Eropa naik seiring meningkatnya risiko inflasi energi. Yield gilt Inggris tenor 10 tahun menembus 5,0% dan Bund Jerman tenor 10 tahun naik ke sekitar 3,15% setelah kenaikan harga minyak akibat eskalasi konflik AS–Iran kembali memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi pengetatan moneter oleh BoE dan ECB. Pasar saat ini memperkirakan kenaikan suku bunga lanjutan oleh kedua bank sentral, meskipun ECB diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga pada pertemuan terdekat sambil mengevaluasi dampak perkembangan geopolitik dan harga energi terhadap prospek inflasi.

Asia

PBoC pertahankan suku bunga acuan di level terendah historis. People's Bank of China menahan suku bunga pinjaman acuan (LPR) tenor 1 tahun di 3,0% dan tenor 5 tahun di 3,5% untuk bulan ke-14 berturut-turut, menunjukkan pendekatan yang hati-hati di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dan ketidakpastian eksternal. Meski ekspor dan sektor manufaktur masih didukung permintaan terkait AI, lemahnya konsumsi domestik, penurunan harga properti, dan pertumbuhan kredit yang moderat mengindikasikan pemulihan ekonomi China masih belum merata.

Yield obligasi Asia bergerak naik di tengah risiko inflasi energi dan fokus pada kebijakan ekonomi. Yield JGB tenor 10 tahun bertahan di sekitar 2,73%, mendekati level tertinggi dalam 30 tahun terakhir akibat kenaikan harga energi dan kekhawatiran terhadap ekspansi fiskal Jepang, sementara yield obligasi India tenor 10 tahun naik ke sekitar 6,83% karena lonjakan harga minyak meningkatkan risiko inflasi impor. Di China, yield obligasi tenor 10 tahun menguat tipis meskipun PBoC mempertahankan suku bunga acuan pada level rendah historis, dengan pasar kini menantikan sinyal stimulus tambahan dari pertemuan Politburo untuk mendukung permintaan domestik dan pertumbuhan ekonomi.