Terakhir diperbarui: 16-06-2026, 21:58
Americas
Kevin Warsh dikonfirmasi sebagai Ketua The Fed di tengah tekanan politik. Senat AS menyetujui Kevin Warsh sebagai Ketua The Federal Reserve dengan selisih suara tipis, menandai meningkatnya perhatian terhadap independensi bank sentral di tengah tekanan Presiden Trump untuk percepatan pemangkasan suku bunga. Kondisi ini terjadi saat inflasi tetap tinggi—tercermin dari kenaikan PPI—yang memperkuat tantangan kebijakan moneter ke depan, meski Warsh menegaskan komitmen menjaga independensi The Fed serta rencana pengurangan neraca secara bertahap.
Harga WTI menembus USD 106 di tengah kebuntuan negosiasi AS–Iran. Harga minyak WTI naik ke atas USD 106 per barel seiring mandeknya pembicaraan damai AS–Iran dan tetap tertutupnya Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan global. Eskalasi ketegangan diperparah oleh serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk serta berakhirnya relaksasi ekspor minyak Rusia, yang menambah tekanan pada pasar energi dan memperkuat risiko inflasi global.
Yield UST 10 tahun melonjak ke 4,6% dipicu inflasi dan geopolitik. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik 10 bps ke sekitar 4,6%—tertinggi dalam setahun—seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga energi di tengah ketegangan AS–Iran yang belum mereda dan gangguan pasokan global. Data inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi semakin memperkuat tekanan tersebut, sementara pasar mulai memprice‑in kenaikan suku bunga The Fed pada 2026 hingga awal 2027. Kondisi ini juga mencerminkan ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan lebih tinggi lebih lama di tengah risiko inflasi yang masih persisten.
Europe
Ekonomi Rusia berkontraksi di tengah tekanan struktural. Perekonomian Rusia menyusut 0,2% YoY pada 1Q26, menandai kontraksi pertama dalam tiga tahun meski harga komoditas ekspor utama meningkat, seiring dampak sanksi Barat yang masih membatasi aktivitas ekonomi dan akses pasar global. Tekanan semakin terlihat dari penurunan signifikan pendapatan energi serta pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan melemah, meski pemerintah meningkatkan belanja defisit untuk sebagai countercyclical.
Yield Eropa melonjak di tengah risiko politik dan tekanan energi. Yield Gilt Inggris naik mendekati 5,2%—tertinggi sejak 2008—sementara Bund Jerman menembus 3,1% seiring meningkatnya ketidakpastian politik di Inggris dan lonjakan harga minyak akibat kebuntuan AS–Iran yang memperkuat kekhawatiran inflasi, sehingga mendorong pasar semakin agresif memprice‑in kenaikan suku bunga baik oleh Bank of England maupun ECB.
Asia
Inflasi produsen Jepang melonjak, China dorong stabilitas jalur energi global. Harga produsen Jepang naik 4,9% YoY pada April 2026—tercepat sejak Mei 2023—dipicu lonjakan biaya energi akibat gangguan pasokan dari konflik Iran yang mendorong kenaikan harga di berbagai sektor dan memperkuat tekanan inflasi. Di sisi lain, China menegaskan kepentingannya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka tanpa gangguan sebagai jalur vital energi, seiring sikap pragmatis Beijing dalam mendorong perdamaiana di tengah tensi geopolitik.
Yield obligasi di Asia naik di tengah tekanan inflasi dan hawkish-nya bank sentral. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik ke sekitar 2,7%—tertinggi dalam hampir satu dekade—didorong lonjakan inflasi produsen dan ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ di tengah tekanan biaya energi, sementara yield Korea Selatan 10 tahun ikut naik ke sekitar 4,18% seiring meningkatnya inflasi dan prospek pertumbuhan yang kuat, yang mendorong pasar semakin hawkish terhadap arah kebijakan suku bunga.
