Terakhir diperbarui: 03-03-2026, 09:50
Americas
Pertumbuhan pekerjaan AS naik 64 ribu pada November. Nonfarm payroll AS bertambah 64 ribu pada Nov‑25, berbalik dari penurunan 105 ribu pada Okt‑25 dan melampaui ekspektasi 50 ribu, ditopang kenaikan pekerjaan di sektor kesehatan (+46 ribu), konstruksi (+28 ribu), serta sosial (+18 ribu). Penurunan terjadi di transportasi dan pergudangan (‑18 ribu) serta pemerintah federal (‑6 ribu), setelah gelombang buyout yang mendorong penyusutan pegawai. BLS juga merevisi turun data Ags‑25 menjadi ‑26 ribu dan Sep‑25 menjadi +108 ribu, menandakan pasar tenaga kerja masih melambat meski menunjukkan stabilisasi di akhir tahun.
Yield UST 10Y bertahan di sekitar 4,18% sementara DXY melemah. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun bergerak di kisaran 4,18%, karena rilis data ekonomi yang beragam belum mengubah ekspektasi pasar bahwa The Fed masih berpeluang memangkas suku bunga tahun depan. Nonfarm payrolls meningkat 64 ribu di Nov‑25—di atas proyeksi—namun tingkat pengangguran naik ke 4,6%, tertinggi sejak 2021, menandakan pelemahan pasar tenaga kerja. Penjualan ritel pun stagnan, tertahan oleh penurunan penjualan otomotif dan bensin. Di sisi lain, indeks dolar turun di bawah 98,1, level terendah lebih dari dua bulan, seiring pasar mempertahankan proyeksi hingga dua pemangkasan Fed rate di 2026.
Europe
PMI Jerman melemah sementara manufaktur Prancis kembali pulih. Indikator ekonomi Des‑25 menunjukkan kontras: Jerman mencatat pelemahan dengan Composite PMI turun ke 51,5 dari 52,4 akibat permintaan yang lesu, stagnasi pesanan baru, dan penurunan ringan tenaga kerja, sementara jasa melunak ke 52,6 dan manufaktur kembali terkontraksi di 47,7; inflasi biaya justru meningkat karena tekanan rantai pasok. Sebaliknya, Prancis menunjukkan pemulihan manufaktur, dengan PMI naik ke 50,6 dari 47,8 (level tertinggi sejak Agu‑22) didukung stabilisasi output di 49,7, kenaikan pesanan baru, dan perbaikan tenaga kerja, meski sentimen bisnis tetap hati‑hati di tengah ketidakpastian politik dan permintaan konsumen yang masih lemah.
Pengangguran Inggris naik ke 5,1%, tertinggi sejak awal 2021. Tingkat pengangguran Inggris dalam tiga bulan hingga Okt‑25 meningkat menjadi 5,1% dari 5,0%, level tertinggi sejak awal 2021, seiring jumlah pengangguran bertambah 158 ribu menjadi 1,832 juta terutama dari mereka yang baru menganggur hingga lebih dari 12 bulan. Total pekerjaan turun 16 ribu menjadi 34,226 juta dipicu merosotnya posisi penuh waktu, sementara rasio pekerjaan turun 0,3 ppt ke 74,9%, dan tingkat partisipasi tetap stabil di 79,0%.
Yield obligasi kawasan EU flat. Imbal hasil gilt Inggris tenor 10 tahun berada di sekitar 4,5% menjelang keputusan BoE, dengan pasar mengantisipasi pemangkasan 25 bps ke 3,75% seiring inflasi mereda dan ekonomi stagnan. Di Jerman, yield Bund 10 tahun bertahan dekat 2,84%, level tertinggi sembilan bulan, saat investor menunggu keputusan ECB yang diperkirakan menahan suku bunga untuk pertemuan keempat beruntun, sementara proyeksi pertumbuhan kemungkinan direvisi naik. Adapun yield OAT Prancis turun ke 3,55% setelah Senat menyetujui anggaran 2026 yang menargetkan defisit di bawah 5% PDB, dengan pasar juga memperhitungkan kenaikan suku bunga ECB sekitar 25% pada Des‑26.
Asia
Yield JGB masih tinggi. Yield JGB 10 tahun Jepang naik ke sekitar 1,96% menjelang pertemuan BoJ, dengan pasar hampir sepenuhnya mengantisipasi kenaikan suku bunga 25 bps ke 0,75%. Ekspektasi pengetatan didorong inflasi yang tetap tinggi, dukungan kabinet terhadap kenaikan suku bunga, serta sentimen produsen besar yang menguat ke +15—tertinggi empat tahun. Sebaliknya, yield obligasi pemerintah Tiongkok 10 tahun turun di bawah 1,84% setelah data Nov‑25 menunjukkan perlambatan signifikan di ritel, output industri, dan investasi tetap, diperburuk penurunan properti yang makin dalam. Pelemahan ini memperkuat ekspektasi stimulus besar awal 2026, termasuk rencana penerbitan obligasi pemerintah jangka sangat panjang untuk menopang investasi, modernisasi peralatan, dan program trade‑in barang konsumsi.
