bonds

    Fixed Income Daily Notes 11 February 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    11 February 2026 - 08.00am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 11 February 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 05-03-2026, 16:49

    Americas

    Penjualan ritel AS stagnan pada Desember 2025. Penjualan ritel AS tidak mencatat pertumbuhan pada Desember 2025 setelah naik 0,6% pada November dan meleset dari proyeksi pasar yang memperkirakan kenaikan 0,4%.

    Pejabat Fed sinyalkan suku bunga ditahan lebih lama. Gubernur Fed Cleveland Beth Hammack menyatakan suku bunga kemungkinan dipertahankan lebih lama agar bank sentral bisa menilai dampak pemangkasan sebelumnya, sembari menjaga risiko inflasi tetap terkendali. Gubernur Dallas Lorie Logan juga mendukung penahanan suku bunga kecuali pasar tenaga kerja melemah signifikan. Pernyataan ini muncul jelang rilis data tenaga kerja dan inflasi AS, sementara penjualan ritel yang lemah menambah alasan bagi Fed untuk berhati‑hati. Hammack juga menekankan pentingnya independensi The Fed di tengah tekanan politik untuk pemangkasan suku bunga dari Presiden Trump.

    UST turun, dolar melemah seiring data penjualan ritel melemah. Yield Treasury AS 10 tahun turun ke 4,15% setelah penjualan ritel AS stagnan dan kelompok kontrol PDB turun 0,1%, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed bisa memangkas suku bunga hingga tiga kali tahun ini. Dolar ikut melemah ke 96,8 karena sentimen pelonggaran kebijakan menguat dan kekhawatiran muncul terkait laporan bahwa regulator Tiongkok meminta bank mengurangi eksposur ke Treasury AS. Pasar kini menanti rilis data tenaga kerja dan CPI AS untuk petunjuk lebih jelas soal arah ekonomi dan kebijakan moneter.

     

    Europe

    Pengangguran Prancis naik. Tingkat pengangguran Prancis meningkat menjadi 7,9% pada Q4 2025 dari 7,7% pada kuartal sebelumnya, level tertinggi sejak 2021, dengan jumlah penganggur bertambah 56 ribu menjadi 2,5 juta. Kenaikan terutama terlihat pada kelompok usia muda, dengan pengangguran usia 15–24 melonjak ke 21,5%. Sementara itu, tingkat pekerjaan usia 15–64 tetap stabil di 69,4% dan tingkat partisipasi naik ke rekor 75,4%, menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih aktif meski tekanan pengangguran meningkat.

      

    Yield Eropa turun di tengah gejolak politik Inggris dan sinyal dovish ECB. Yield gilt Inggris 10 tahun melemah menuju 4,5% setelah volatilitas yang dipicu ketidakpastian politik mereda, menyusul pengunduran diri kepala staf PM Keir Starmer. Sentimen membaik ketika anggota kabinet menyatakan dukungan penuh, sementara ekspektasi pemangkasan suku bunga BoE menguat setelah bank sentral mempertahankan suku bunga 3,75% dengan nada lebih dovish. Di Eropa, yield BTP Italia turun ke level terendah sejak akhir Januari dan OAT Prancis bergerak turun ke sekitar 3,4% seiring pasar mencerna sinyal kebijakan ECB yang kembali menahan suku bunga dan menyebut inflasi Zona Euro tetap berada di jalur menuju target 2%. Pengunduran diri Gubernur Bank of France François Villeroy de Galhau mulai 1 Juni 2026 juga turut menarik perhatian pasar.

    Asia

    Pengangguran Korea Selatan turun, pertumbuhan tenaga kerja tetap lemah. Tingkat pengangguran Korea Selatan turun ke 3% pada Januari 2026 dari 3,3% di Desember, meski jumlah penganggur masih naik 11,8% YoY menjadi 1,21 juta orang. Ekonomi menambah 108 ribu pekerjaan atau tumbuh 0,4% YoY, laju terlemah dalam 13 bulan akibat lemahnya sektor manufaktur dan konstruksi. Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja naik tipis ke 63,6% YoY namun melemah dari 64,1% pada Desember, menunjukkan sedikit pelonggaran dalam keterlibatan tenaga kerja.

    Yield Jepang turun, China makin rendah. Yield JGB 10 tahun turun sekitar 5 bps ke 2,24% setelah pasar menilai ulang prospek kebijakan pasca kemenangan besar PM Takaichi, dengan janji stimulus yang tidak membebani fiskal meredakan kekhawatiran sebelumnya. Sementara itu, yield obligasi China 10 tahun bergerak di bawah 1,8% setelah regulator meminta bank mengurangi eksposur berlebih ke US Treasuries guna diversifikasi risiko, diperkuat injeksi likuiditas besar PBOC jelang Imlek yang meningkatkan permintaan obligasi.