bonds

    Fixed Income Daily Notes 10 Maret 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    10 March 2026 - 07.55am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 10 Maret 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 04-04-2026, 23:36

    Americas

    Trump beri sinyal perang Iran segera berakhir. Trump mengatakan operasi AS‑Israel di Iran hampir selesai, memicu penurunan harga minyak dan yield Treasury, meski ia tetap mengancam serangan tambahan jika pasokan energi diganggu. Di tengah Selat Hormuz yang nyaris tertutup dan pemangkasan produksi oleh produsen Timur Tengah, serangan Iran masih terjadi meski mulai mereda. Situasi kian kompleks setelah Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru, memperkuat sinyal bahwa Iran tidak akan mengubah sikapnya, sementara Trump menyatakan AS akan terus menekan hingga “kemenangan penuh” tercapai.

    Harga minyak WTI turun di bawah USD90. Harga minyak WTI turun kembali di bawah 90 per barel karena meredanya tensi AS–Iran dan rencana pelonggaran sanksi serta pengawalan tanker oleh AS, sementara G7 menyatakan siap melepas cadangan strategis. Penurunan ini mengimbangi lonjakan sebelumnya akibat pemangkasan produksi produsen Timur Tengah imbas gangguan di Selat Hormuz.

    Imbal hasil Treasury AS 10 tahun naik ke 4,15%. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik ke 4,15%, tertinggi dalam sebulan, karena kekhawatiran inflasi meningkat seiring konflik Timur Tengah yang mendorong harga energi dan minyak kembali di atas 100 dolar per barel. Ekspektasi pasar kini mengarah pada hanya satu pemangkasan suku bunga Fed tahun ini, kemungkinan pada September, turun dari dua kali pekan lalu. Investor juga menantikan rilis data utama seperti CPI, PCE, dan JOLTS untuk mengukur kekuatan ekonomi AS.

     

    Europe

    Pesanan pabrik dan output industri Jerman melemah tajam. Pesanan pabrik Jerman anjlok 11,1% MoM pada Januari, jauh lebih lemah dari perkiraan, terutama akibat basis tinggi di fabricated metal products serta penurunan permintaan mesin dan logam dasar. Meski sektor otomotif dan pesawat masih tumbuh, permintaan domestik turun dalam dan pesanan luar negeri juga menyusut. Produksi industri turun 0,5% MoM, penurunan kedua beruntun, terseret pelemahan di produk metal, farmasi, dan elektronik, meski energi dan konstruksi naik. Secara keseluruhan, data menunjukkan momentum industri masih rapuh meski tren tiga bulanan sedikit membaik.

      

    Yield obligasi Inggris dan Eropa melonjak akibat lonjakan harga energi. Imbal hasil gilt Inggris 10 tahun naik ke sekitar 4,72%, level tertinggi lima bulan, setelah lonjakan harga minyak di atas 100 dolar memicu revisi tajam ekspektasi suku bunga BoE—dari proyeksi dua kali pemangkasan menjadi peluang kenaikan. Di Eropa, yield France OAT naik ke 3,63% dan Bund Jerman menembus 2,9% karena risiko inflasi meningkat seiring konflik Timur Tengah yang menekan pasokan energi. Pasar kini melihat kemungkinan ECB kembali menaikkan suku bunga, dengan peluang kenaikan pada pertengahan dan akhir tahun.

    Asia

    Jepang tumbuh solid di Q4 sementara sentimen konsumen Australia mulai membaik. Ekonomi Jepang naik 0,3% QoQ di Q4 berkat konsumsi dan investasi bisnis yang lebih kuat, sementara perdagangan bersih netral. Di Australia, sentimen konsumen naik 1,2% MoM pada Maret, meski pandangan jangka pendek masih lemah dan ekspektasi pengangguran meningkat, sehingga Westpac memperkirakan RBA menahan suku bunga.

    Yield obligasi Jepang dan China naik akibat lonjakan harga minyak. Yield Jepang naik ke 2,22% dan China ke 1,81%, didorong lonjakan harga minyak di atas 100 dolar akibat perang Timur Tengah yang mengancam pasokan energi. Jepang sangat rentan karena mayoritas impor minyaknya berasal dari kawasan tersebut, sementara China menghadapi tambahan tekanan dari CPI yang melonjak selama libur Imlek. Kedua negara kini menghadapi risiko inflasi yang meningkat di tengah konflik yang belum mereda.