BCA Sekuritas

bonds

Fixed Income Daily Notes 1 December 2025

Company

Fixed Income

Published On

01 December 2025 - 07.58am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 1 December 2025

View

Latest update: 01-07-2026, 17:47

Americas

Pasar menanti rilis data global pasca penundaan akibat shutdown AS. Investor menunggu publikasi resmi yang tertunda, termasuk data pendapatan dan belanja September dari BEA yang memuat indeks harga PCE, harga impor-ekspor dari BLS, serta produksi industri dari The Fed untuk mengukur dampak tarif. Indikator utama seperti ISM PMI dan survei awal Michigan Sentiment juga menjadi sorotan, sementara laporan ADP akan memberi gambaran kondisi tenaga kerja.

Yield UST 10Y kembali di atas 4% pasca libur Thanksgiving.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik melewati 4% pada Jumat, rebound dari level terendah Oktober di awal pekan, seiring sesi perdagangan yang lebih singkat setelah libur Thanksgiving. Meski demikian, yield masih turun sekitar 5 bps sepanjang November di tengah ekspektasi kuat pemangkasan suku bunga Fed pada Desember. Data AS yang tertunda menunjukkan penjualan ritel September di bawah perkiraan dan indikator ADP mengisyaratkan pelemahan tajam pasar tenaga kerja. Pernyataan pejabat Fed, termasuk Waller dan Williams, mendukung pemangkasan 25 bps, dengan probabilitas pasar kini sekitar 85% untuk langkah tersebut pada pertemuan terakhir tahun ini.

Europe

Inflasi Jerman stabil di 2,3%. Inflasi tahunan Jerman tetap 2,3% di November, di bawah perkiraan 2,4%, dengan inflasi jasa bertahan di 3,5% dan barang melambat ke 1,1%. Harga pangan naik lebih rendah (1,2%) dan energi turun tipis (-0,1%). CPI bulanan turun 0,2%, penurunan pertama sejak Januari, sementara inflasi inti melemah ke 2,7%. Sebaliknya, CPI harmonisasi EU naik ke 2,6% YoY, tertinggi sembilan bulan, meski turun 0,5% secara bulanan.

Yield gilt Inggris turun, Bund stabil, pasar tunggu sinyal kebijakan. Yield gilt 10 tahun jatuh ke 4,44% usai anggaran baru Inggris yang menaikkan pajak £26 miliar, sementara inflasi turun ke 3,6% dan ekspektasi cut BoE menguat. Bund Jerman bertahan di bawah 2,7% setelah penjualan ritel turun dan inflasi EU-harmonized naik ke 2,6%, dengan ECB tetap tak terburu-buru melonggarkan kebijakan. Berlin sahkan anggaran 2026 yang menambah utang, sedangkan pasar AS menanti pemangkasan suku bunga Fed ketiga bulan depan.

Asia

PMI manufaktur China naik tipis ke 49,2 di November, kontraksi berlanjut. Indeks PMI manufaktur China (NBS) meningkat ke 49,2 pada November dari 49,0 bulan sebelumnya, sesuai ekspektasi, namun tetap di bawah ambang ekspansi dan mencatat kontraksi delapan bulan berturut-turut. Permintaan domestik lemah, persaingan harga ketat, dan ekspor masih hati-hati. Pesanan baru turun lima bulan beruntun (49,2), penjualan luar negeri tetap lesu (47,6), sementara output stagnan di 50,0. Biaya input naik lebih cepat (53,6), namun harga jual terus turun meski melambat (48,2). Keyakinan bisnis sedikit membaik ke 53,1 dari 52,8.

PDB India tumbuh 8,2% di kuartal September, tertinggi sejak Maret 2024. Ekonomi India mencatat pertumbuhan tahunan 8,2% pada kuartal September 2025, melampaui ekspektasi 7,3% dan naik dari 7,8% di periode sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan ketahanan terhadap tarif AS 50% yang berlaku sejak Agustus, didukung belanja pemerintah dan pemangkasan pajak GST untuk menjaga konsumsi dan investasi. Konsumsi rumah tangga naik 7,9%, menyumbang 57% PDB, sementara manufaktur tumbuh 9,1%, jasa keuangan & properti melonjak 10,2%, dan konstruksi naik 7,2%. Pertumbuhan riil juga ditopang deflator yang lebih rendah seiring inflasi ritel mendekati rekor terendah dan harga grosir terdeflasi.