bonds

    Fixed Income Daily Notes 09 Maret 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    09 March 2026 - 08.17am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 09 Maret 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 04-04-2026, 22:11

    Americas

    Pengangguran AS naik ke 4,4% di Februari. Tingkat pengangguran AS meningkat ke 4,4% pada Februari (mendekati level tertinggi empat tahun) karena jumlah penganggur bertambah 203 ribu dan total pekerjaan turun 185 ribu, sementara partisipasi kerja sedikit melemah ke 62,0%. Meski demikian, upah rata‑rata naik 0,4% MoM dan 3,8% YoY, menandakan tekanan upah tetap kuat meski pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum.

    Emas turun, minyak melonjak akibat eskalasi perang Iran–AS. Harga emas melemah ke sekitar USD5.100 per ons karena dolar AS menguat dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed semakin menurun, sementara harga minyak menembus USD110 per barel setelah Selat Hormuz ditutup dan Kuwait, Irak, serta UEA memangkas produksi, memicu inflasi global dan risiko stagflasi.

    Yield UST naik ke 4,16% di tengah lonjakan harga energi dan data ekonomi AS yang beragam. Yield Treasury AS tenor 10 tahun menguat ke 4,16% setelah kekhawatiran inflasi kembali meningkat seiring lonjakan harga minyak menuju USD88 per barel di tengah perang Iran–AS yang memasuki hari ketujuh, sementara Kuwait dan Qatar memberi sinyal potensi pemangkasan produksi lebih lanjut. Meski data ketenagakerjaan AS melemah (ekonomi kehilangan 92 ribu pekerjaan dan pengangguran naik ke 4,4%) kekhawatiran inflasi membuat pasar memundurkan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed ke Juli. DXY naik menuju 99,5 di tengah permintaan safe haven dan ekspektasi penundaan pemangkasan suku bunga, diperkuat pergantian kepemimpinan di Iran dan gejolak geopolitik yang terus meningkat.

     

    Europe

    Pertumbuhan Zona Euro melambat di akhir 2025. Ekonomi Zona Euro tumbuh 1,2% YoY pada kuartal IV 2025, turun dari estimasi awal dan menjadi laju terslow dalam lebih dari satu tahun, dengan perlambatan di seluruh komponen belanja mulai dari konsumsi, investasi hingga perdagangan. Secara negara, pertumbuhan tetap beragam, sementara Jerman hanya tumbuh 0,4%. Untuk 2025, PDB naik 1,4%, dan baik ECB maupun Komisi Eropa memproyeksikan pertumbuhan 1,2% di tahun ini.

      

    Yield Eropa melonjak akibat lonjakan risiko inflasi energi. Yield gilt Inggris 10 tahun naik di atas 4,6%, tertinggi sejak Oktober, disusul kenaikan BTP Italia menuju 3,65% dan OAT Prancis ke 3,55% karena perang Iran–AS memicu lonjakan harga minyak dan gas serta menggeser ekspektasi pasar ke arah kebijakan yang lebih hawkish. Pasar kini menilai peluang kenaikan suku bunga ECB mencapai 55% pada Juli dan 85% pada Desember, di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi global yang dapat menahan inflasi tetap tinggi dan menekan prospek pertumbuhan. Switzerland 10Y juga naik ke 0,4% karena ekspektasi pemangkasan suku bunga SNB mulai memudar.

    Asia

    Cadangan devisa Tiongkok kembali naik di Februari. China mencatat kenaikan cadangan devisa menjadi USD3,428 triliun pada Februari (+USD28,7 miliar), level tertinggi sejak 2015, didorong penguatan yuan dan revaluasi aset non‑USD. PBOC juga melanjutkan pembelian emas untuk bulan ke‑16 beruntun, dengan cadangan emas naik menjadi 74,22 juta troy ons atau setara USD387,6 miliar setelah harga emas global melonjak.

    Yield Jepang dan Australia naik, sementara China melemah. Yield JGB 10 tahun naik ke sekitar 2,25% pasca lelang 30‑tahun yang solid dan kekhawatiran bahwa inflasi tetap tinggi di tengah perang Timur Tengah, sementara BOJ memberi sinyal jeda pengetatan meski tak menutup peluang normalisasi bertahap. Di Australia, yield ACGB 10 tahun naik ke 4,96% karena lonjakan harga energi meningkatkan ekspektasi kebijakan lebih hawkish dari RBA. Sebaliknya, yield CGB China turun ke sekitar 1,78% setelah pemerintah menetapkan target pertumbuhan 2026 yang lebih rendah dan fokus pada dukungan fiskal, membuat investor beralih ke obligasi China sebagai aset aman.