Terakhir diperbarui: 11-05-2026, 21:55
Americas
Pesanan pabrik AS melonjak, ditopang durables dan belanja terkait AI. Factory orders AS naik 1,5% MoM menjadi USD 630,4 miliar pada Maret 2026, melampaui ekspektasi, dengan durables berbalik naik 0,8% setelah tiga bulan turun dan penguatan terbesar berasal dari komputer/elektronik (termasuk instrumen elektromedis/ukur-kontrol yang mencetak rekor) seiring boom investasi AI dan pembangunan data center.
Harga minyak melonjak di tengah eskalasi serangan di Timur Tengah. Harga minyak WTI melonjak sekitar 3% ke USD105 per barel setelah ketegangan meningkat dengan serangan rudal Iran ke Uni Emirat Arab dan sinyal pengetatan kontrol di Selat Hormuz yang kembali mengganggu pasokan global. Insiden di hub minyak Fujairah serta serangan drone ke tanker memperdalam kekhawatiran gangguan suplai, meski AS berupaya membuka kembali jalur pelayaran dan telah mengawal sebagian kapal, sementara pelaku industri tetap berhati‑hati di tengah risiko keamanan yang tinggi.
Imbal hasil UST naik ke tertinggi sejak 2025 di tengah eskalasi geopolitik. Yield US Treasury tenor 10 tahun naik ke 4,456%, tertinggi sejak Juli 2025, dipicu kembali melonjaknya harga minyak setelah ketegangan Timur Tengah meningkat pascakegagalan menjaga gencatan senjata dan pernyataan AS soal blokade Iran. Pasar juga menanti rencana penerbitan utang pemerintah AS serta data tenaga kerja yang diperkirakan melambat, sementara kenaikan biaya energi dinilai dapat menjaga bias kebijakan The Fed tetap ketat meski saat ini suku bunga diproyeksikan bertahan sepanjang tahun.
Europe
Manufaktur Zona Euro menguat, tekanan harga dan sentimen memburuk. PMI manufaktur Zona Euro naik ke 52,2 pada April 2026, tertinggi hampir empat tahun, didorong lonjakan pesanan baru dan ekspor seiring pembelian yang dipercepat untuk mengantisipasi kenaikan harga akibat perang dan gangguan pasokan. Namun, penguatan aktivitas ini dibarengi pengetatan rantai pasok, lonjakan biaya input ke level tertinggi hampir empat tahun, sementara kepercayaan bisnis justru melemah ke level terendah sejak akhir 2024 dan penurunan tenaga kerja masih berlanjut.
Yield obligasi Eropa bertahan tinggi di tengah ekspektasi pengetatan kebijakan. Imbal hasil Bund Jerman 10 tahun naik di atas 3,05% mendekati level tertinggi multi‑tahun seiring pasar mem‑price in peluang kenaikan suku bunga ECB mulai Juni di tengah lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah. Di Inggris, yield gilt 10 tahun bertahan di sekitar 5% dengan ekspektasi dua kali kenaikan suku bunga BoE tahun ini, meski bank sentral masih bersikap hati‑hati karena ketidakpastian dampak perang Iran terhadap inflasi dan pertumbuhan.
Asia
Moody’s naikkan outlook Vietnam, aktivitas jasa Australia pulih di bawah tekanan biaya. Moody’s mengubah outlook peringkat utang Vietnam menjadi positif dari stabil dengan mempertahankan rating Ba2, mencerminkan perbaikan tata kelola, reformasi struktural, dan daya saing yang menguat didukung FDI dan integrasi rantai pasok global, meski risiko sektor perbankan dan properti masih ada. Di Australia, PMI jasa naik ke 50,7 pada April 2026 menandai pemulihan aktivitas berkat penciptaan lapangan kerja, namun permintaan baru tetap lemah sementara tekanan biaya meningkat.
Imbal hasil di Asia masih bertahan tinggi di tengah tekanan inflasi energi. Yield JGB Jepang tenor 10 tahun bertahan di atas 2,5%, tertinggi sejak 1997, dipicu lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah yang kembali mengerek ekspektasi pengetatan, meski BOJ masih menahan suku bunga di 0,75% dengan dissent hawkish dan intervensi pemerintah menahan pelemahan yen. Di Australia, yield 10 tahun bertahan di sekitar 5% dengan pasar hampir sepenuhnya mem‑price in kenaikan suku bunga 25 bps pada 5 Mei ke 4,35%, seiring inflasi Maret melonjak ke 4,6% jauh di atas target RBA.
