WAMENDAG DORONG MAHASISWA TINGKATKAN RASIO KEWIRAUSAHAAN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
29 April 2026
11850227
IQPlus, (29/4) - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mendorong mahasiswa meningkatkan rasio kewirausahaan Indonesia melalui pendidikan dan penguatan jiwa entrepreneurship guna mengejar ketertinggalan dibanding negara lain serta memperluas kontribusi generasi muda bagi ekonomi nasional.
"Maka masih banyak yang harus kita upayakan agar rasio entrepreneur Indonesia terus meningkat," ujarnya di Universitas Ciputra (UC) Surabaya, Rabu.
Dyah menyebut, rasio kewirausahaan Indonesia saat ini baru mencapai 3,29 persen dari total angkatan kerja atau sekitar 4,9 juta entrepreneur. Angka itu masih di bawah Malaysia 4,74 persen, Singapura 8,76 persen, dan Amerika Serikat 12 persen.
Menurutnya, entrepreneurship memiliki beragam bentuk, mulai dari investor waralaba hingga pencipta bisnis baru berbasis ide dan passion. Karena itu, mahasiswa diminta memanfaatkan masa kuliah sebagai momentum refleksi diri dalam menentukan arah hidup dan kontribusi bagi bangsa.
"Use this moment as a self reflection moment for you. Tentukan apa yang ingin kalian lakukan, capai, dan perubahan apa yang ingin kalian hadirkan untuk Indonesia," tuturnya.
Ia menjelaskan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memiliki tiga program utama, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar luar negeri, serta mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ekspor dari lokal ke global.
Program business matching telah mempertemukan ratusan UMKM dengan ritel modern seperti Alfamart, Indomaret, IKEA, hingga Metro Department Store.
"Kami ingin memastikan pemerintah hadir untuk membantu dan memfasilitasi pelaku usaha agar bisa berkembang," katanya.
Selain itu, Kemendag juga memperkuat akses pasar internasional melalui berbagai perjanjian dagang seperti Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), kerja sama dengan Kanada, hingga Eurasia.
Program Campus Preneur juga disiapkan untuk membuka kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui pelatihan ekspor, seminar, dan coaching bisnis internasional yang didukung Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara.
"Mudah-mudahan kolaborasi ini bisa berjalan baik, karena untuk membuat Indonesia lebih maju kita harus bekerja sama lintas sektor," ujarnya. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
