BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    SSIA CATAT PENDAPATAN Rp1,44 TRILIUN DI Q1 2026

    Terbit Pada

    12 May 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 06-05-2026, 09:11:am

    13128770

    IQPlus,(12/5) - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatat pendapatan konsolidasian sebesar Rp 1,446 triliun pada 1Q26, mencerminkan pertumbuhan tahunan (year-on-year) yang kuat sebesar 35,0% serta menandai kembalinya perseroan ke jalur pertumbuhan.

    Kinerja ini terutama didorong oleh kinerja luar biasa dari segmen properti yang melonjak 202,1% menjadi Rp 494,9 miliar. Segmen perhotelan juga menunjukkan momentum yang solid dengan pertumbuhan sebesar 59,2% secara tahunan menjadi Rp 162,5 miliar, mencerminkan pemulihan yang berkelanjutan dan peningkatan permintaan.

    Sementara itu, segmen konstruksi membukukan pendapatan sebesar Rp 835,5 miliar, dengan sedikit perlambatan selama kuartal tersebut. Hal ini terutama disebabkan oleh periode libur Idulfitri pada bulan Maret yang sementara memperlambat pelaksanaan proyek, pengakuan pendapatan, serta aktivitas pekerjaan dalam proses (work in progress).

    Laba kotor SSIA juga mencatat peningkatan signifikan sebesar 125,1% menjadi Rp 451,9 miliar pada 1Q26. Segmen properti memimpin pertumbuhan pada kuartal ini dengan lonjakan 295,9% sehingga laba kotor mencapai Rp 273,9 miliar, diikuti oleh segmen perhotelan yang tumbuh 75,7% menjadi Rp 83,9 miliar. Sementara itu, segmen konstruksi tetap mencatat pertumbuhan yang lebih moderat sebesar 5,9% dengan laba kotor mencapai Rp 98,8 miliar.

    EBITDA SSIA pada 1Q26 telah melampaui capaian sepanjang FY25, mencapai Rp 271,8 miliar atau tumbuh 649,0% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Segmen properti masih mendominasi sebagai pendorong utama dengan kontribusi EBITDA sebesar Rp 240,7 miliar, diikuti oleh segmen konstruksi sebesar Rp 64,7 miliar. Sementara itu, segmen perhotelan mencatat EBITDA negatif sebesar Rp 9 miliar, seiring dengan pembukaan Paradisus by Melia Bali pada Februari 2026.

    SSIA mencatatkan kinerja laba bersih yang solid dengan membukukan laba sebesar Rp 89 miliar pada 1Q26. Kinerja ini didukung oleh segmen properti yang mencatat laba bersih sebesar Rp 196,1 miliar, diikuti oleh segmen konstruksi sebesar Rp 40,1 miliar. Sementara itu, segmen perhotelan mencatat rugi bersih sebesar Rp 59,4 miliar pada 1Q26. Namun demikian, hal ini sejalan dengan proyeksi Perseroan bahwa segmen bisnis perhotelan akan beroperasi lebih optimal dan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi sepanjang sisa tahun 2026.

    Posisi kas Perseroan pada 1Q26 tercatat sebesar Rp 1,14 triliun, menurun 19,9% dari Rp 1,42 triliun pada FY25. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pembayaran bunga terkait renovasi Paradisus by Melia Bali serta biaya pengembangan lahan. (end)