BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    PRESIDEN RESMIKAN PABRIK PERAKITAN KENDARAAN LISTRIK VKTR DI MAGELANG

    Terbit Pada

    09 April 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 09-04-2026, 09:30:am

    09849916

    IQPlus, (9/4) - Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas di Magelang, Jawa Tengah, Kamis.

    "Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 9 April tahun 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik VKTR," kata Prabowo dalam peresmian tersebut.

    Dipantau dari siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif yang telah dijalankan perusahaan bersama kelompok usahanya dalam beberapa tahun terakhir, yang dinilai memiliki visi untuk berkontribusi pada pembangunan bangsa dan mendorong proses industrialisasi nasional.

    Menurut Prabowo, industrialisasi merupakan tahap penting dalam kebangkitan teknologi suatu bangsa, di mana teknologi diolah menjadi produk industri yang memberikan manfaat luas.

    Presiden juga menyinggung pentingnya kemandirian nasional di sektor-sektor strategis, terutama pangan dan energi. Dalam konteks tersebut, energi dinilai sebagai salah satu bidang yang sangat menentukan bagi keberlangsungan sebuah negara.

    Prabowo memandang pengembangan industri kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya transisi energi, dengan mengurangi ketergantungan pada energi berbasis fosil dan mengarah pada pemanfaatan energi yang lebih bersih.

    "Jadi, inisiatif yang dilaksanakan oleh VKTR ini, VKTR Industri, adalah bersejarah, adalah suatu tonggak yang membanggakan. Ibarat kita dulu diajarkan apa ya itu istilahnya ya, pepatah gitu ya. Ibarat pucuk dicinta, ulam pun tiba," kata Prabowo.

    Presiden mengatakan dirinya menerima laporan bahwa pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 10.000 unit bus listrik, dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) saat ini mencapai sekitar 40 persen.

    Dalam dua tahun ke depan, TKDN ditargetkan meningkat menjadi 60 persen dan selanjutnya mencapai 80 persen.

    Kepala Negara mengatakan inisiatif tersebut sebagai tonggak penting dalam pengembangan industri nasional dan menyatakan akan terus memantau perkembangan proyek tersebut, termasuk memberikan dukungan apabila terdapat kendala.

    "Kalau ada kesulitan-kesulitan, saudara punya banyak jalur, sampaikan kita akan selesaikan karena ini saya anggap suatu industri yang sangat penting," ucapnya. (end/ant)