PRODUKSI CPO SAWIT SUMBERMAS SARANA (SSMS) NAIK 14,23% DI SEPANJANG 2025
Share via
Terbit Pada
30 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 25-03-2026, 09:21:am
11958165
IQPlus, (30/4) - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mencatat peningkatan signifikan pada kinerja produksi sepanjang 2025, didorong optimalisasi produktivitas kebun dan efisiensi fasilitas pengolahan. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Perseroan melaporkan pertumbuhan volume produksi tandan buah segar (TBS) dan crude palm oil (CPO) yang menjadi motor utama penguatan operasional perusahaan.
Sepanjang 2025, SSMS memproduksi 1.628.452 metrik ton TBS dari perkebunan inti, meningkat 4,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total pengolahan 2.382.942 metrik ton TBS di 10 pabrik kelapa sawit milik Perseroan, SSMS berhasil menghasilkan 527.052 metrik ton CPO, naik 14,23 persen dibandingkan produksi tahun 2024 sebesar 461.414 metrik ton.
Peningkatan produksi tersebut turut diiringi perbaikan oil extraction rate (OER) menjadi 22,12 persen, mencerminkan peningkatan efisiensi pengolahan dan kualitas bahan baku. Selain CPO, Perseroan juga memproduksi 104.130 metrik ton inti sawit serta 15.379 metrik ton minyak inti sawit sepanjang tahun.
Direktur Utama SSMS, Jap Hartono, menyatakan pertumbuhan produksi ini menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan volume output dan pengendalian biaya operasional. Menurutnya, optimalisasi produktivitas kebun, penguatan pengawasan losses di pabrik, serta peningkatan kualitas TBS menjadi faktor utama pendorong kinerja produksi.
Kinerja produksi yang solid tersebut berkontribusi pada lonjakan penjualan Perseroan menjadi Rp14,81 triliun atau naik 42,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan juga meningkat 67,43 persen menjadi Rp1,39 triliun.
Untuk memperkuat kapasitas produksi jangka panjang, SSMS menyelesaikan akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari (SML) pada akhir 2025. Akuisisi ini memperluas basis aset perkebunan sekaligus meningkatkan potensi produktivitas melalui tambahan lahan dengan profil tanaman yang relatif muda.
Selain ekspansi lahan, Perseroan juga memperkuat integrasi bisnis dari hulu hingga hilir, termasuk peningkatan efisiensi kebun, optimalisasi pabrik pengolahan, dan pengembangan produk turunan minyak sawit guna meningkatkan nilai tambah.
Dengan strategi produksi terintegrasi dan dukungan pembiayaan sindikasi lebih dari Rp5,13 triliun, SSMS optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan produksi sekaligus memperkuat daya saing di industri kelapa sawit nasional maupun global. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
