PERTAMINA DRILLING SOROTI PENTINGNYA BUDAYA SAFETY
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
24 June 2026
17450745
IQPlus, (24/6) - Direktur Utama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), Avep Disasmita, menegaskan bahwa aspek keselamatan kerja serta keunggulan operasional merupakan elemen paling penting dalam menghadapi berbagai tantangan pada aktivitas pengeboran migas berisiko tinggi, terutama untuk sumur High Pressure High Temperature (HPHT) dan proyek deepwater.
Pernyataan tersebut disampaikan Avep saat menjadi pembicara utama dalam Workshop HPHT and Deepwater Wells: Drilling Challenges, Technologies, and Applications yang digelar oleh Society of Petroleum Engineers (SPE) di Jakarta pada Selasa (23/6).
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai negara di kawasan Asia hingga Eropa.
Dalam keynote speech bertajuk "Leading Safety and Performance in High-Risk Drilling Environments", Avep menjelaskan bahwa industri minyak dan gas saat ini sedang menghadapi perubahan besar.
Kondisi tersebut dipicu oleh semakin berkurangnya sumber daya migas yang mudah dikembangkan, sementara kebutuhan energi dunia terus menunjukkan tren peningkatan.
"Keberhasilan dalam operasi HPHT dan deepwater tidak hanya diukur dari kecepatan pengeboran atau kemampuan mencapai target kedalaman sumur. Keberhasilan diukur dari kemampuan kita menghadirkan operasi yang aman, andal, efisien, dan berkelanjutan sambil melindungi pekerja, lingkungan, dan aset perusahaan," ujar Avep.
Deepwater Diproyeksikan Menjadi Penggerak Pertumbuhan Industri
Dalam pemaparannya, Avep menyebut kebutuhan energi global diperkirakan meningkat sekitar 15 persen hingga tahun 2035. Sementara itu, lebih dari 70 persen penemuan sumber daya migas baru pada 2025 berasal dari kawasan deepwater dan ultra-deepwater.
Tak hanya itu, sekitar dua pertiga sumur eksplorasi berdampak tinggi yang direncanakan untuk tahun 2026 juga berada di wilayah laut dalam. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
