PEFINDO TETAPKAN PERINGKAT idBBB KEPADA GARUDA INDONESIA
Share via
Terbit Pada
30 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 31-03-2026, 04:31:pm
11951277
IQPlus, (30/4) - PEFINDO menetapkan peringkat idBBB dengan prospek negatif kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Prospek negatif mencerminkan meningkatnya paparan risiko terhadap volatilitas harga bahan bakar yang dipicu oleh tensi geopolitik, yang dapat semakin menekan profil keuangan Perusahaan yang sudah lemah. Peringkat tersebut mencerminkan peran strategis GIAA bagi Pemerintah Indonesia, posisi bisnis yang kuat, serta jaringan rute yang komprehensif. Peringkat dibatasi oleh profil keuangan yang lemah, persaingan pasar yang ketat, dan keterlibatannya dalam industri penerbangan yang sangat siklikal.
Kami dapat menurunkan peringkat apabila kinerja operasional melemah secara signifikan akibat penurunan permintaan penumpang, tekanan pada imbal hasil, atau kenaikan biaya yang material-terutama akibat volatilitas harga bahan bakar yang berkepanjangan-yang pada akhirnya menekan profitabilitas dan arus kas.
Penilaian ulang terhadap peringkat juga dapat dilakukan apabila terdapat indikasi melemahnya dukungan pemerintah. Prospek dapat direvisi menjadi stabil tanpa adanya perubahan peringkat jika Perusahaan mampu menunjukkan peningkatan ketahanan pada profil operasional dan keuangan, sehingga risiko akibat volatilitas harga bahan bakar dan siklus industri menjadi lebih terkendali dalam kategori peringkat saat ini.
Didirikan pada tahun 1949, GIAA merupakan maskapai nasional Indonesia yang menyediakan layanan angkutan penumpang, kargo udara, serta jasa terkait penerbangan, dengan hub utama di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.
Perusahaan mengoperasikan layanan full-service carrier (FSC) melalui merek Garuda Indonesia dan low-cost carrier (LCC) melalui anak usaha yang dimiliki sepenuhnya, PT Citilink Indonesia. Kegiatan perawatan, perbaikan, dan overhaul (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) pesawat juga dilakukan oleh anak perusahaan, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI). Per 31 Desember 2025, komposisi pemegang saham terdiri dari PT Danantara Asset Management (Persero) sebesar 92,03%, PT Trans Airways sebesar 1,79%, publik sebesar 6,17%, serta sisanya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia melalui saham Dwiwarna. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
