BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    AKUISISI TANKER BARU DORONG STRATEGI EKSPANSI SOECHI LINES DI 2026

    Terbit Pada

    30 April 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 15-04-2026, 09:51:am

    11955488

    IQPlus, (30/4) - PT Soechi Lines Tbk (BEI: SOCI) memperkuat armada logistik maritimnya dengan menyelesaikan akuisisi satu unit kapal tanker berukuran Medium Range (MR) pada Kuartal I-2026. Kapal tanker tersebut memiliki kapasitas sekitar 45.000 deadweight tonnage (DWT), dengan panjang sekitar 177 meter dan lebar 32 meter.

    Corporate Secretary SOCI, Paula Marlina, mengatakan penambahan kapal tanker MR ini merupakan langkah strategis Perseroan untuk memperluas kapasitas operasional sekaligus memperkuat posisi di pasar penyewaan kapal tanker produk minyak.

    Dengan akuisisi tersebut, Soechi Lines kini mengoperasikan total 31 unit kapal muatan cair. Armada Perseroan mencakup berbagai jenis kapal tanker, mulai dari pengangkut minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), liquefied natural gas (LNG), liquefied petroleum gas (LPG), hingga produk petrokimia.

    Perseroan menilai penambahan armada baru ini penting untuk menjawab permintaan pasar yang terus berkembang, khususnya pada segmen penyewaan kapal tanker untuk distribusi produk minyak. Kapal tanker MR yang baru diakuisisi juga telah mengantongi kontrak penyewaan dari pelanggan, sehingga diharapkan langsung memberikan kontribusi terhadap pendapatan Perseroan.

    SOCI menargetkan kapal tanker tersebut dapat beroperasi dengan utilisasi penuh mulai Kuartal II-2026. Langkah ekspansi ini sejalan dengan strategi Perseroan dalam meningkatkan efisiensi armada, memperluas layanan, serta memperkuat daya saing di industri pelayaran energi dan logistik maritim.

    Sebagai informasi, SOCI telah merilis kinerja keuangan untuk periode kuartal I 2026. Perseroan melaporkan laba bersih senilai AS$5,3 juta selama kuartal I 2026, atau meningkat 82% dibandingkan dengan laba bersih kuartal I 2025 yang senilai AS$2,9 juta.

    Peningkatan kinerja laba bersih ditopang oleh meningkatnya kinerja profitabilitas Perseroan seiring dengan penurunan pada sejumlah beban Perseroan. Perseroan melaporkan penurunan pada beban operasional kapal yang disebabkan oleh lebih rendahnya belanja sparepart kapal pada kuartal I 2026, menyusul kegiatan docking berkala yang telah dilakukan Perseroan sepanjang 2024-2025 atas kapal.

    Perseroan juga mencatat penurunan pada beban penyusutan, seiring dengan adanya pelepasan kapal tanker minyak yang dilakukan pada kuartal IV 2025 sehingga penyusutan atas kapal tersebut tidak lagi dibukukan pada kuartal I 2026. Disamping itu, terdapat penurunan pada beban pembangunan dan perbaikan kapal mengikuti telah diselesaikan dan diserahterimakannya kepada pelanggan proyek pembangunan kapal Landing Craft Utility (LCU) yang dikerjakan oleh galangan kapal.

    Laba bersih Perseroan juga didukung oleh adanya laba selisih kurs pada kuartal I 2026, dibandingkan terjadinya rugi selisih kurs pada kuartal I 2025. Laba selisih kurs - neto tercatat senilai AS$12 ribu pada kuartal I 2026, dibandingkan rugi selisih kurs neto senilai AS$548 ribu pada kuartal I 2025.

    Perseroan mencatat pendapatan neto senilai AS$35,3 juta pada kuartal I 2026. Pendapatan neto terdiri dari pendapatan pelayaran senilai AS$33,6 juta dan pendapatan galangan kapal senilai AS$1,7 juta. Pendapatan pelayaran time charter menurun 13% sedangkan pendapatan pelayaran spot charter meningkat 104%. Pelepasan kapal tanker minyak yang dilakukan pada kuartal IV 2025 memberi dampak pada penurunan pendapatan time charter, sementara Perseroan memperoleh kontrak spot charter yang lebih tinggi pada kuartal I 2026 dibanding kuartal I 2025. Pada galangan kapal, proyek LCU yang telah selesai konstruksinya pada 2025 menjadi pendorong pendapatan galangan kapal yang lebih rendah. Galangan kapal mengerjakan proyek perbaikan dan perawatan kapal selama kuartal I 2026. (end)