NAIK TIPIS, EMAS DEKATI HARGA TERTINGGINYA SELASA SIANG
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
20 January 2026
01940839
IQPlus, (20/1) - Emas dan perak diperdagangkan mendekati rekor tertinggi pada hari Selasa, karena ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland memperburuk sentimen global dan memicu lonjakan permintaan aset safe-haven.
Harga emas spot naik 0,1% menjadi $4.675,32 per ons, pada pukul 03.36 GMT, setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar $4.689,39 pada sesi sebelumnya. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari naik 1,9% menjadi $4.680,30 per ons.
Harga perak spot turun 1,4% menjadi $93,33 per ons, setelah mencapai rekor tertinggi $94,72 sebelumnya pada sesi tersebut.
"Emas sedang menunggu waktu yang tepat hari ini dan mengkonsolidasikan keuntungan baru-baru ini, dengan para pedagang menunggu untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya terkait perselisihan terbaru Trump dengan Uni Eropa mengenai Greenland," kata Tim Waterer, kepala analis pasar KCM Trade.
"Jika Trump terus meningkatkan tekanan terkait ancaman tarif, emas mungkin akan mengincar kenaikan di atas $4.700 dalam waktu dekat," kata Waterer, menambahkan bahwa jika para pemimpin Uni Eropa berhasil memperbaiki hubungan dengan Trump di Davos minggu ini, premi risiko emas mungkin akan memudar.
Trump telah mengintensifkan upayanya untuk merebut kedaulatan atas Greenland dari sesama anggota NATO, Denmark, yang mendorong Uni Eropa untuk mempertimbangkan untuk membalas dengan tindakan mereka sendiri.
Dolar AS mundur ke level terendah dalam seminggu setelah ancaman tarif memicu aksi jual besar-besaran di seluruh saham dan obligasi pemerintah AS.
Emas juga mendapat dukungan karena kekhawatiran masih ada seputar independensi Federal Reserve dengan Mahkamah Agung AS yang minggu ini diperkirakan akan mendengarkan kasus seputar upaya Trump untuk memecat Gubernur Fed Lisa Cook atas dugaan penipuan hipotek.
Federal Reserve secara umum diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari meskipun ada seruan Trump untuk pemotongan suku bunga. Emas, yang tidak menghasilkan bunga, biasanya berkinerja baik selama periode suku bunga rendah.
Kelvin Wong, analis pasar senior di OANDA, memperkirakan Fed akan melanjutkan siklus pemotongan suku bunga hingga tahun 2026, dengan alasan pasar tenaga kerja yang lesu dan sentimen konsumen yang kurang bersemangat, dengan pengurangan berikutnya sekarang diperkirakan lebih jauh di kalender, yaitu pada bulan Juni atau Juli.
Di antara logam mulia lainnya, harga spot platinum turun 1,8% menjadi $2.331,20 per ons, sementara palladium turun 2% menjadi $1.804,15. (end/Reuters)
Riset Terkait
Berita Terkait
