NAIK TERTINGGI, BRIS UNGGULI SAHAM BANK LAIN DAN LAYAK DIKOLEKSI
Share via
Terbit Pada
10 February 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 05-02-2026, 09:20:am
04034319
IQPlus, (10/2) - Saham-saham dengan kinerja fundamental kembali unjuk gigi, setelah Indeks Harga Saham Gabungan sempat terkoreksi cukup dalam menyusul isu penurunan rating oleh MSCI dan Moodys. Salah satu Perseroan dengan fundamental baik adalah saham PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk dengan ticker saham BRIS yang pada hari ini ditutup menguat 1,26% ke level 2.410. Kenaikan saham BRIS sedikit lebih tinggi dari kenaikan IHSG pada hari ini sebesar 1,22&% ke level 8.031,87.
Data Bloomberg pada penutupan perdagangan Senin, 9 Februari 2026 menunjukkan saham BRIS cukup perkasa dibandingkan saham Top 10 bank di Indonesia. Dalam satu bulan (1M) saham BRIS naik 15,87%, tertinggi dibanding bank lain. Begitupun data historis YTD di mana BRIS naik 8,07% mengungguli saham bank lain yang sebagian masih terkoreksi.
Dengan fundamental kinerja yang bagus dan historis kinerja satu bulan dan tiga bulan juga mengungguli saham perbankan, saham BRIS layak dikoleksi.
BRIS baru saja mengumumkan kinerja keuangan Tahun 2025 Jumat, 6 Februari 2026. Aset tumbuh 11,64% (YoY) didorong dari pertumbuhan DPK sebesar 16,20% (YoY), di mana pertumbuhan DPK didominasi oleh dana murah yang tumbuh sebesar 19,09% (YoY). Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI mencapai Rp380 triliun.
Adapun total pembiayaan di Desember 2025 tumbuh 14,49% (YoY) menjadi Rp319 Triliun, didorong oleh pertumbuhan bisnis emas yang cukup signifikan. Pembiayaan Emas tumbuh signifikan sebesar 78,60% YoY menjadi Rp22,9 Triliun. Kualitas pembiayaan terjaga dengan NPF gross sebesar 1,81% membaik 9 bps dari tahun sebelumnya.
Dari sisi Profit and Loss, BSI mampu membukukan laba bersih sebesar Rp7,57 T tumbuh 8,02% (YoY). Pertumbuhan laba ini merupakan salah satu yang tertinggi di industry termasuk di antara Top 10 Bank termasuk bank pemerintah. Salah satu kunci sukses laba BSI adalah karena BSI mampu menjaga CoF di level 2,58% dan CoC terjaga di level 0,84%.
Selain itu, strategi pertumbuhan adalah pada produk high yield mampu mendorong pendapatan margin bagi hasil tumbuh 11,74% YoY. Fee Based Income tumbuh 25,06% (YoY), terutama didorong dari pertumbuhan pendapatan pada bisnis emas.
"Kinerja solid BSI pada tahun 2025 ditopang berbagai faktor dan berjalannya fungsi intermediasi yang didukung pendanaan yang ample serta penyaluran pembiayaan yang sehat, tepat sasaran, dan juga kontribusi dukungan pembiayaan program yang sejalan dengan Astacita Pemerintah," ujar Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo.
Tahun 2025 BRIS juga mencatatkan pertumbuhan nasabah yang signifikan menjadi 23,1 juta, tertinggi sepanjang Sejarah merger. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
