BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

MENPERIN SIAP PACU SEKTOR PERMESINAN DAN AGRO

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

06 October 2026

27840282

IQPlus, (6/10) - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menggelar rapat kerja internal bersama jajaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi sektor industri nasional. Melalui agenda "belanja masalah", Kemenperin akan memetakan berbagai tantangan di lapangan sekaligus merumuskan langkah penyelesaian yang konkret dan tepat sasaran.

Menperin menegaskan, upaya memajukan industri nasional perlu diawali dengan pemahaman yang utuh terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pelaku industri. Karena itu, seluruh jajaran Kemenperin diminta untuk menginventarisasi berbagai hambatan yang muncul, baik yang berkaitan dengan regulasi, bahan baku, energi, sumber daya manusia, pasar, investasi, teknologi, maupun persoalan lain yang memengaruhi daya saing industri.

"Pada tahap awal ini, kami ingin melakukan belanja masalah. Kita petakan secara menyeluruh persoalan yang dihadapi industri, kemudian kita identifikasi mana yang bisa segera diselesaikan oleh Kemenperin dan mana yang membutuhkan koordinasi dengan kementerian atau lembaga lainnya. Yang terpenting, setiap masalah harus kita carikan jalan keluarnya," kata Menperin Sarmuji di Jakarta, Senin (5/10).

Rapat kerja internal tersebut dihadiri antara lain Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko S.A. Cahyanto, Inspektur Jenderal Kemenperin M. Rum, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta, Plt. Dirjen Industri Agro Putu Juli Ardika, serta jajaran pejabat di lingkungan Kemenperin.

Menurut Menperin, pemetaan persoalan industri diperlukan agar kebijakan yang disusun pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan dunia usaha. Kemenperin tidak hanya perlu mengetahui indikator makro mengenai perkembangan industri, tetapi juga memahami secara lebih detail persoalan yang dihadapi masing-masing subsektor industri.

"Setiap sektor memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Karena itu, kita perlu mendengarkan dan mengidentifikasi persoalannya secara detail. Dari situlah kita dapat menentukan prioritas kebijakan dan langkah penyelesaiannya," ujarnya.

Menperin menekankan bahwa berbagai persoalan yang ditemukan nantinya perlu dikelompokkan berdasarkan tingkat urgensi, kewenangan, serta dampaknya terhadap kinerja industri. Persoalan yang dapat ditangani secara langsung oleh Kemenperin akan didorong penyelesaiannya secepat mungkin, sedangkan persoalan yang bersifat lintas sektor akan dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait.

Salah satu sektor yang mendapat perhatian dalam rapat tersebut adalah industri permesinan. Menperin memberikan penekanan terhadap pentingnya mendorong pertumbuhan industri permesinan nasional agar kebutuhan mesin dan peralatan industri dapat semakin banyak dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Direktur Jenderal ILMATE Kemenperin Setia Diarta mengatakan, penguatan industri permesinan menjadi salah satu perhatian Menperin dalam pembahasan bersama jajaran Ditjen ILMATE. Menurutnya, terdapat berbagai isu aktual dan program pengembangan sektor ILMATE yang disampaikan kepada Menperin dalam pertemuan tersebut.

"Banyak hal yang dibicarakan. Namun, beliau sangat ingin mendorong industri permesinan kita tumbuh. Itu yang menjadi salah satu perhatian utama dalam pembahasan," kata Setia. (end)