MENKO AIRLANGGA HARAP I-EU CEPA BISA DIAJUKAN RATIFIKASI PADA OKTOBER
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
06 October 2026
27839511
IQPlus, (6/10) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/I-EU CEPA) diharapkan bisa diajukan ratifikasi di Uni Eropa pada Oktober ini.
Menko Airlangga dalam wawancara cegat di Jakarta, Selasa, mengatakan, hal ini menyusul penyusunan draf legal dari kerja sama tersebut dalam Bahasa Inggris, yang kini ia sebut telah berada di tahap finalisasi.
"Terkait I-EU CEPA, kita sedang menunggu selesainya legal drafting dalam Bahasa Inggris. Jadi kalau ini selesai, harapannya di bulan Oktober itu sudah bisa untuk diajukan ratifikasi di EU (Uni Eropa)," kata Airlangga.
Sebelumnya, ia menargetkan penandatanganan I-EU CEPA dapat dilakukan tahun ini sehingga implementasinya bisa dimulai pada awal 2027.
Menurut Menko Airlangga, I-EU CEPA menjadi salah satu instrumen penting untuk membuka peluang akses pasar dari komoditas-komoditas dan produk unggulan Indonesia, meningkatkan perdagangan, serta memperkuat keterlibatan dunia usaha Indonesia dan Uni Eropa.
"CEPA menciptakan akses pasar, serta perdagangan, dan keterlibatan bisnis yang lebih kuat antara Indonesia dan Uni Eropa," ujar dia.
Di sisi lain, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso pada Jumat (25/9) mengaku optimistis bahwa I-EU CEPA dapat ditandatangani pada akhir Oktober 2026, sejalan dengan target pemerintah agar perjanjian itu mulai berlaku pada awal tahun 2027.
Budi mengatakan pemerintah terus mempersiapkan penyelesaian perjanjian tersebut, termasuk melalui koordinasi dengan Uni Eropa dan negara-negara anggotanya.
Jika sudah terimplementasi, kata dia, maka akan banyak produk ekspor Indonesia yang bisa masuk ke Eropa untuk mendapatkan tarif nol persen.
Lebih lanjut, Mendag mengatakan bahwa upaya negosiasi I-EU CEPA ini membutuhkan waktu 10 tahun dan saat ini sudah selesai, sehingga hal tersebut menjadi sebuah pencapaian yang bagus bagi semua pihak, khususnya bagi eksportir Indonesia. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
